Share

5 Perempuan Hebat di TNI-Polri, Nomor 1 Faridah Faisal

Rahmi Rizal, Litbang Okezone · Kamis 09 Maret 2023 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 09 337 2778071 5-perempuan-hebat-di-tni-polri-nomor-1-faridah-faisal-i1eIZVtwFK.jpg Brigjen TNI Faridah Faisal (Foto: Istimewa)

DERETAN perempuan hebat Indonesia dapat ditemui di dunia militer dan pengamanan masyarakat. Mereka berkiprah di tiga matra TNI, yakni TNI AD, TNI AU, dan TNI AL, serta di Kepolisian RI atau Polri.

Prestasi para perempuan tersebut tak dapat diremehkan, bahkan tidak kalah dari personel laki-laki. Mereka juga mampu mencapai pangkat jenderal dalam kariernya.

Berikut sederet perempuan hebat di TNI dan Polri:

1. Faridah Faisal

Brigadir Jenderal TNI Faridah Faisal resmi menyandang pangkat bintang satu pada 2021. Perempuan kelahiran 23 Juni 1968 di Kendari, Sulawesi Tenggara ini sekarang menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, sejak 21 Januari 2022. Beberapa posisi yang pernah dijabatnya antara lain Kadilmil III-16 Makassar, Anggota Pokkimmilti Gol IV Dilmilti II Jakarta, Waka Dilmilti III Surabaya, hingga Kadilmilti III Surabaya, sebelum akhirnya dipercaya sebagai Kadilmilti II Jakarta.

Faridah mengawali karier di TNI AD setelah menyelesaikan pendidikan di Sepamilwa tahun 1992 dari kecabangan korps hukum. Sejumlah kasus pernah ditangani Faridah, di antaranya ia memimpin Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta atas kasus pembunuhan berencana Kolonel Inf Priyanto terhadap sejoli Handi dan Salsabila di kawasan Nagreg, Jawa Barat yang terjadi pada 2021.

2. Christina Maria Rantetana

Di matra Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI (Purn) Christina Maria Rantetana adalah perwira perempuan pertama yang memperoleh pangkat bintang. Ia menjadi laksamana pertama (jenderal bintang satu) pada 1 November 2002. Kemudian, bintang dua diraihnya pada 2013 dengan pangkat laksamana muda.

Lahir di Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan pada 24 Juli 1955, Christina pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menko Polhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi pada 2013 sebelum pensiun. Sebelumnya, ia merupakan anggota DPR RI dari Fraksi TNI/Polri selama dua periode. Christina mengakhiri masa tugasnya di TNI AL pada 2013, setelah berkarier sejak 1979. Pada 31 Juli 2016, Christina meninggal di Rumah Sakit Angkatan Laut, Jakarta di usia 61 tahun. Ia dimakamkan di pemakaman tradisional Toraja.

3. Reki Irene Lumme

Marsekal Muda TNI Reki Irene Lumme adalah perwira perempuan pertama di TNI AU yang tembus bintang dua. Lulusan Sepamilwa (Perwira Prajurit Karier) 1993 dari kecabangan khusus ini memperoleh pangkat marsekal muda (marsda) pada 10 Agustus 2021.

Kini, Irene menjabat sebagai dosen tetap Universitas Pertahanan sejak 29 Juli 2022. Sebelumnya, perempuan kelahiran Pasuruan, Jawa Timur pada 11 April 1966 ini merupakan Oditur Jenderal TNI Badan Pembinaan Hukum TNI. Beberapa posisi yang pernah dijabat Irene antara lain Kadilmilti II Jakarta, Kadilmilti I Medan, dan Waka Dilmilti II Jakarta. Pada 2019, Irene sempat mengikuti seleksi calon hakim agung.

Follow Berita Okezone di Google News

4. Siti Masitah Handayani

Brigjen Pol Siti Masitah Handayani memperoleh kenaikan pangkat bintang satu pada 2022 lalu. Ia menjabat Irbidjemensdm II Itwil IV Itwasum Polri, terhitung mulai 1 November 2022. Sebelumnya, Siti Masitah menjabat Ketua Tim Auditor Itwil IV Itwasum Polri KBP di Papua. Beberapa jabatan lainnya yang pernah ia emban antara lain sebagai Kapusdik Intel Lemdikpol pada 2013. Setelah itu, Siti dipercaya sebagai Analis Kebijakan Madya Jianbang Lemdikpol, dalam rangka pendidikan Lemhannas PPRA 51 tahun 2014.

5. Ida Oetari Poernamasasi

Irjen Pol (Purn) Ida Oetari Poernamasasi mendapat kenaikan pangkat pada 2022 lalu. Terhitung sejak 1 Oktober 2022, Ida yang menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah resmi naik pangkat dari brigjen (bintang satu) menjadi irjen (bintang dua). Tak lama kemudian, Ida merampungkan pengabdiannya di Kepolisian RI dan pensiun pada Desember 2022.

Perempuan kelahiran Probolinggo, Jawa Timur pada 9 Desember 1964 ini meniti karier di Kepolisian RI bukan dari Akademi Kepolisian. Ida menempuh pendidikan Sekolah Perwira Polri dan lulus pada 1987. Ia kemudian ditugaskan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jawa Timur.

Selama berkarier, Ida pernah menjabat antara lain sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri, Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, dan Pamen SSDM Polri. Di ranah internasional, Ida dipercaya menjadi Third Vice President International Association of Women Police (IAWP) atau Asosiasi Polwan Dunia.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini