Share

Ratusan Pasukan Elite Prabu Siliwangi Tak Berdaya, Lumpuh Melihat Cahaya di Gunung Jati

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 02 Maret 2023 05:58 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 02 337 2773807 ratusan-pasukan-elite-prabu-siliwangi-tak-berdaya-lumpuh-melihat-cahaya-di-gunung-jati-76NMKmiiKy.jpeg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

PRABU Siliwangi konon memiliki pasukan elite yang menjaga wilayah Kerajaan Pajajaran. Pasukan ini cukup kuat untuk mengamankan kerajaan di barat Pulau Jawa itu. Namun pasukan itu takluk dengan cahaya terang benderang yang dipancarkan oleh Rara Santang cucu dari istri Nyai Subang Larang. 

Prabu Siliwangi konon merasa terganggu kalbunya ketika melihat pelangi yang terlihat di arah timur laut. Setiap malam konon cahaya itu kian terlihat terang benderang.

Konon cahaya itu merupakan Rara Santang dan para pengikut yang sudah masuk agama muslim, itulah yang membawa kemurkaan di Pajajaran. 

Hal itu sebagaimana dikutip dari Naskah Kraton Kasepuhan Cirebon pada buku "Waosan Babad Galuh dari Prabu Ciungwanara Hingga Prabu Siliwangi", terjemahan Amman N. Wahju.

Prabu Siliwangi pun langsung memanggil sang patih bernama Patih Tambisara. Ia memerintahkan untuk sang patih mengecek cahaya pelangi yang terang benderang itu. Menurut Prabu Siliwangi cahaya itu seperti tidak biasa dan tampak mencurigakan. 

 Baca juga: Megahnya Lima Keraton Kerajaan Pajajaran dengan Nama Berbeda-beda

Prabu Siliwangi pun memerintahkan untuk menumpas cahaya itu bila dirasa membahayakan. Sang patih pun langsung menyanggupi sambil undur diri dari hadapan Prabu Siliwangi. 

Patih Tambisara pun membawa seratus prajurit lalu pergi untuk datang mencari cahaya yang ternyata datang dari Gunung Jati. Patih dan para prajuritnya pun langsung menuju Gunung Jati. 

Tetapi menariknya kejadian tak terduga dialami pasukan Patih Pajajaran ini. Setibanya di Gunung Jati, prajurit yang seratus itu bersama sang patih, jatuh tak bisa berdiri. Semuanya menjadi lumpuh dari malam hingga keesokan harinya.

Pada hari berikutnya, Sunan Gunung Jati datang memeriksa orang-orang itu. Ia mengatakan bahwa bila mereka ingin sembuh seperti semula, maka ia mempunyai penawarnya. Penawarnya tentu harus mengucapkan dua kalimat syahadat dan itu membuat penyakit lumpuh yang diderita sembuh.  

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian sang Patih dan pasukannya membaca dua kalimah Syahadat dan mereka semua masuk agama Islam. Seratus prajurit itu pulih kembali, dan merekapun tidak mau pulang ke negaranya, lagi karena mereka sudah berlainan agama. Hanya Ki Patih Tambisara saja yang pulang dengan membawa surat dari Sunan Gunung Jati, sang cucu mengajak kakeknya untuk menyembah Allah.

Konon Prabu Siliwangi yang masih merupakan kakek Sunan Gunung Jati terkejut dan telah merasa setuju untuk mengikuti Sunan Gunung Jati dengan mengakui agama Islam. Tetapi langkah itu belum terealisasi karena kedatangan Sanghyang Parwatali dari langit dan membisikkan untuk menolak bergabung ke ajaran agama Islam. 

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini