Share

BNPB Prioritaskan 6 Provinsi Cegah Karhutla 2023

Felldy Utama, MNC Portal · Kamis 26 Januari 2023 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 26 337 2753157 bnpb-prioritaskan-6-provinsi-cegah-karhutla-2023-V22eIJb7wS.jpg Kepala BNPB Letjen Suharyanto (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyatakan akan fokus utama terhadap enam provinsi terkait antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada periode 2023. Di enam provinsi itu kerap kali ditemukan titik hotspot yang dapat mengakibatkan karhutla.

"Ada enam provinsi prioritas," kata Suharyanto dalam keterangannya, Rabu (25/1/2023).

BACA JUGA:Menteri LHK: Pencegahan Karhutla dan Perubahan Iklim Harus Berpihak ke Bumi dan Manusia 

Keenam provinsi prioritas ini di antaranya Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Jambi, Sumatera Selatan dan Riau. Meski menjadi prioritas, Suharyanto memastikan BNPB juga akan melakukan langkah antisipatif kepada provinsi lain apabila memang ditemukan titik api. 

"Tetapi tidak menutup kemungkinan provinsi lain pun apabila nanti ada kebakaran hutan dan lahan nanti kita juga melaksanakan aksi," ujarnya.

BACA JUGA: Padamkan Karhutla, BPBD Riau Kerahkan Dua Helikopter 

Guna mengantisipasi permasalahan karhutla, kata dia, BNPB telah mengambil beberapa skenario mulai dari operasi darat, udara maupun menggunakan teknologi modifikasi cuaca.

Suharyanto menjelaskan, operasi darat ini dilakukan untuk segera memadamkan api sebelum semakin membesar. Operasi ini akan didukung oleh sejumlah lembaga terkait mulai unsur TNI, Polri, KLHK, BPBD dan relawan peduli api.

"Operasi darat. Sebelum api membesar sudah dipadamkan," katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Selanjutnya operasi udara, BNPB telah menempatkan sejumlah helikopter di enam titik provinsi prioritas untuk patroli dan water bombing. BNPB akan terus melakukan pendampingan dalam operasi udara tersebut selama masa tanggap darurat karhutla yang dikeluarkan oleh tiap-tiap pemerintah daerah.

"Operasi udara didukung oleh BNPB menggunakan helikopter patroli dan waterbombing," katanya.

Kemudian, khusus untuk operasi menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), BNPB menggandeng Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset Nasional (BRIN) dan TNI AU.

Operasi TMC sebelumnya juga dilakukan untuk menghalau hujan dan mempercepat turunnya hujan di wilayah tertentu untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi basah.

Sedangkan untuk penanganan karhutla, operasi TMC dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah yang terdampak karhutla.

"Adalagi teknologi modifikasi cuaca," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini