Share

Jelang Pemilu 2024, PEPABRI Harap Masyarakat Dewasa dalam Berdemokrasi

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 25 Januari 2023 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 337 2753088 jelang-pemilu-2024-pepabri-harap-masyarakat-dewasa-dalam-berdemokrasi-OItQ2T9e32.jpg Ketum PEPABRI Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar (Foto: Putra Ramadhani)

 

BOGOR - Menjelang Pemilu 2024 diharapkan tidak terjadi polarisasi. Untuk itu, diperlukan edukasi kepada masyarakat agar lebih dewasa dalam berdemokrasi.

"Menghadapi Pemilu, belajar dari Pemilu kita tidak ingin yang terjadi pada 2019 tidak terjadi lagi di 2024. Bahwa terjadinya polarisasi itu pasti. Selama kontestannya lebih dari satu pasti polarisasi," kata Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakauri TNI-Polri (PEPABRI) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar usai membuka Turnamen Golf Piala Presiden PEPABRI di Bogor, Rabu (25/1/2023).

BACA JUGA:DPW Perindo Lampung Targetkan Satu Dapil Satu Kursi di Pemilu 2024 

Agum menambahkan, terdapat tiga unsur utama yang berperan penting dalam penyelenggaraan pesta demokrasi, Pemilu. Unsur pertama adalah partai politik (parpol).

"Pemilu yang paling sangat berperan adalah parpol, karena rekutmen kepemimpinan ada di parpol. Kita darat, udara, laut, Polri kita tidak bisa berbuat apa-apa ini urusan mereka tidak bisa ikut campur," ujarnya.

BACA JUGA:Kaesang Bakal Maju di Pemilu 2024 

Kemudian, Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya, Pemilu diselenggarakan oleh KPU sesuai dengan amanat Undang-Undang yang diharapkan dapat bekerja dengan profesional dan tidak memihak.

"Terhadap KPU pun kita tidak bisa berbuat apa-apa kita hanya bisa berharap KPU ini professional, lebih netral, tidak berpihak itu aja harapan kita doa kita. Kita tidak bisa berbuat banyak," ujar Agum.

Follow Berita Okezone di Google News

Ditambahkan Agum, yang terakhir adalah masyarakat sebagai pemilih. Dalam unsur ini semua pihak termasuk PEPABRI dapat bergerak untuk melakukan edukasi kepada masyarakat lebih dewasa dalam berdemokrasi.

"Salah satu contoh ketika terjadi perbedaan pilihan, polarisasi itu tidak masalah itu udah banyak. Perbedaan memilih ini sifatnya hanya sementara berakhir ketika Pilpres selesai, ketika selesai tidak ada perbedaan. Hormati apapun yang menjadi keputusan. Inilah sikap dewasa yang kita terus edukasi ke masyarakat ini peran kita," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini