Share

5 Fakta Nota Pembelaan Putri Candrawathi, Terus Ungkit Soal Kekerasan Seksual

Tim Okezone, Okezone · Kamis 26 Januari 2023 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 337 2753083 5-fakta-nota-pembelaan-putri-candrawathi-terus-ungkit-soal-kekerasan-seksual-l2q4q4ZSct.jpg Terdakwa Putri Chandrawati saat sidang di PN Jaksel (foto: dok MPI)

JAKARTA - Saat membacakan pledoinya, terdakwa dugaan kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawathi merasakan bahwa apapun yang dilakukannya menjadi salah di hadapan publik hingga pengamat. Padahal, kata dia, dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J tersebut dirinya merupakan korban kekerasan seksual.

Putri Candrawathi merasa lebih baik menutup rapat-rapat peristiwa pelecehan yang dialaminya pada 7 Juli 2022 itu. Pasalnya, saat dia menyampaikan kembali peristiwa yang sangat menyakitkan tersebut, semakin menghidupkan trauma mendalam dan rasa malu dalam pikirannya. Berikut sejumlah faktanya:

1. Tak Dipercaya Jadi Korban Pelecehan Seksual

 

"Sementara di berbagai media dan pemberitaan saya dituduh berdusta dan mendramatisir situasi. Tidak berhenti di situ saja, saya dituding sebagai perempuan tua yang mengada-ada," ujar Putri di persidangan, Rabu (25/1/2023).

 BACA JUGA:Bacakan Pleidoi, Putri Candrawathi Sebut Rumah Tangganya Harmonis dengan Sambo

Putri menerangkan, semua kesalahan diarahkan kepada dia tanpa dia bisa melawan lantaran ketika memilih untuk diam, publik mendesaknya untuk muncul dan bicara. Namun saat bicara, dirinya malah dituduh sebagai bukan korban kekerasan seksual karena masih sanggup bicara.

Putri menegaskan kesiapannya mempertanggungjawabkan kesaksiannya itu kepada sang pemilik hidup, Tuhan yang Maha Esa. Bahwa dirinya benar-benar mengalami kekerasan seksual dan penganiayan yang dilakukan oleh Brigadir J.

2. Peristiwa Pemerkosaan Brigadir J Hilang dalam Tuntutan

Tim pengacara Putri Candrawathi membacakan pleidoinya dalam sidang di PN Jaksel, Rabu (25/1/2023). Dalam pleidoi itu, tim kuasa hukum menyesalkan peristiwa kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi yang hilang dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU),

"Perkenankan kami menguraikan beberapa hal, poin-poin pokok yang hilang dari dakwaan dan tuntutan Penuntut Umum. Padahal, peristiwa-peristiwa tersebut didukung alat bukti yang saling bersesuaian satu dengan lainnya," ujar pengacara Putri, Febri Diansyah di persidangan, Rabu (25/1/2023).

 BACA JUGA:Putri Cerita Kisah Asmaranya dengan Sambo: Saya Tak Pernah Menyesal Memilihnya sebagai Pasangan Hidup

Adapun peristiwa yang hilang dalam tuntutan Jaksa, pertama terdakwa seorang perempuan yang berperan sebagai ibu dari 4 anak dan istri dari Ferdy Sambo, keluarga terdakwa hidup berdampingan dengan ajudan dan ART dengan suasana kekeluargaan kental. Kedua, tidak hanya sekedar kepada ajudan dan ART, bentuk perhatian juga diberikan kepada keluarga ajudan dan ART yang bekerja dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Follow Berita Okezone di Google News


3. Putri Selingkuh dengan Brigadir J, Tuduhan Tanpa Bukti Meyakinkan

 

Pengacara Putri, Febri Diansyah mengatakan bahwa pihaknya perlu menyampaikan tuduhan JPU tanpa didasari bukti yang meyakinkan dan tidak berkesesuaian dengan fakta-fakta persidangan dan keterangan saksi. Sehingga menghasilkan kerugian bagi perempuan yang berhadapan dengan hukum baik secara fisik, maupun psikis Putri Candrawathi.

"Sungguh menyakitkan bagi seorang perempuan sekaligus seorang Ibu yang memiliki 4 orang anak, ketika ia menjadi korban kekerasan seksual tapi justru dituduhkan sebagai pelaku perselingkuhan tanpa bukti meyakinkan dengan pelaku," ujarnya di persidangan, Rabu (25/1/2023).

"Dituduh menjadi dalang pembunuhan dengan hanya menggunakan bukti-bukti yang rapuh, asumtif, dan manipulasi berbagai fakta-fakta persidangan atas peristiwa-peristiwa tertentu," imbuhnya.

4. Tidak Terima Disebut Dalang Dalam Pembunuhan Brigadir J

 

Terdakwa Putri Candrawathi merasa heran dengan tuduhan sebagai dalang, dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Putri mengatakan, ia tidak terima disebut sebagai dalang dari pembunuhan Yosua, dikarenakan ia bercerita kepada suaminya Ferdy Sambo atas kasus pelecehan yang ia alami.

"Kalaulah boleh Saya bertanya, apakah salah jika Saya bercerita secara jujur pada Suami atas perbuatan keji yang merenggut dan merusak kehormatan dan harga diri saya dan keluarga? Apakah karena saya bercerita sebagai seorang isteri pada suami kemudian Saya dituduh menjadi dalang atas semua ini?," ujar Putri dalam pleidoinya.

5. Putri Candrawathi ke Hakim: Saya Ingin Jaga dan Lindungi Anak-Anak Kami

 

Putri Candrawathi ingin kembali bertemu dengan anak-anaknya seperti sedia kala, dan menebus kegagalannya sebagai seorang ibu.

"Yang Mulia, sungguh, Saya ingin menjaga dan melindungi anak-anak kami, mendampingi mereka, dan kembali memeluk mereka serta menebus segala kegagalan saya sebagai seorang ibu," ujar Putri dalam pleidoinya.

"Mungkin saja waktu sudah jadi berbeda bagi mereka setelah ini terjadi. Berbulan-bulan Kami terpisah jauh dari putera-puteri Kami tersayang," jelas dia.

Putri pun berharap kepada pihak majelis dapat melihat secara jernih fakta maupun bukti pada dirinya, di dalam persidangan ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini