Share

Pengacara Minta Hakim Bebaskan Putri Candrawathi dari Tuntutan 8 Tahun Penjara

Ari Sandita Murti, MNC Portal · Rabu 25 Januari 2023 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 337 2752955 pengacara-minta-hakim-bebaskan-putri-candrawathi-dari-tuntutan-12-tahun-penjara-zQgsSCa09D.jpg Pengacara Putri Candrawathi. (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - Pengacara terdakwa Putri Candrawathi membacakan pleidoinya pada sidang dugaan kasus pembunuhan Brigadir J pada Rabu (25/1/2023). Pengacara meminta agar majelis hakim membebaskan kliennya dari segala dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pengacara Putri, Arman Hanis mengatakan, berdasarkan hal yang telah diuraikan dal nota pembelaan, pihaknya memohon Majelis Hakim PN Jaksel yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara ini agar kiranya dapat mengabulkan dan menjatuhkan putusan sebagai berikut:

Pertama, menyatakan Putri Candrawathi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana atau tindak pidana pembunuhan secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam Dakwaan Primair Pasal 340 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dan Dakwaan Subsidair Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

"Kedua, membebaskan Terdakwa Putri Candrawathi dari segala dakwaan atau setidak-tidaknya dinyatakan lepas dari segala tuntutan," ujar pengacara Putri di persidangan, Rabu (25/1/2023).

 Baca juga: Orangtua Brigadir J Sebut Pleidoi Putri Terlalu Berlebihan soal Pelecehan

Ketiga, memerintahkan Penuntut Umum untuk mengeluarkan Putri Candrawathi dari Rumah Tahanan Kejaksaan Agung Republik Indonesia Cabang Salemba. Keempat, memulihkan nama baik dan hak Putri Candrawathi dalam kemampuan, kedudukan harkat, dan martabatnya seperti semula.

Kelima, memerintahkan Penuntut Umum untuk pencabutan Garis Polisi atau Police Line rumah terdakwa yang terletak di Jalan Duren Tiga No. 46, Jakarta Selatan. Keenam, memerintahkan Penuntut Umum agar mengembalikan barang-barang milik terdakwa dan keluarga terdakwa. Ketujuh, membebankan biaya perkara dalam semua tingkat peradilan kepada Negara.

Follow Berita Okezone di Google News

"Atau, apabila Yang Mulia Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain, maka kami tetap memohon kiranya Putusan terhadap diri terdakwa yang seadil-adilnya," kata Arman Hanis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini