Share

Ini Perbedaan Pemilu yang Dilakukan Pada Masa Orde Baru dengan Masa Kini

Rina Anggraeni, Okezone · Kamis 26 Januari 2023 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 337 2752752 ini-perbedaan-pemilu-yang-dilakukan-pada-masa-orde-baru-dengan-masa-kini-ptytNSJh7H.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA- Perbedaan pemilu yang dilakukan pada masa orde baru dengan masa kini menarik untuk diulas Pasalnya, proses memilih seseorang untuk mengisi jabatan politik tertentu dengan beberapa aturan yang sama.

Berikut perbedaan pemilu yang dilakukan pada masa orde baru dengan masa kini dirangkum dari berbagai sumber:

1. Sistem Pemilihan

Pemilihan Umum k pada Masa Orde Baru yang dilaksanakan pada 5 Juli 1971 untuk pemilihan anggota DPR dengan sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan stelsel daftar. Terdapat 10 parpol yang mengikuti pemilu tersebut, antara lain: Partai Nadhalatul Ulama, Partai Muslim Indonesia, Partai Serikat Islam Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiiah, Partai Nasionalis Indonesia, Partai Kristen Indonesia, Partai Katholik, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, Partai Murba dan Sekber Golongan Karya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sedangkan dalam masa kini, sistem pemilu dilakukan secara demokrasi. Indonesia telah menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) sebanyak 11 kali hingga tahun 2014. Tahun depan (2019) menjadi tahun ke-12 terselenggaranya pesta demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Hingga saat ini, Partai Politik yang akan maju pada Pemilu 2019 berjumlah 14 partai politik.

2. Jumlah Peserta Partai Politik

Pemilu Masa Orde Baru ini hanya memiliki jumlah peserta parpol yang tidak banyak. Ada tiga peserta yang sama, yaitu PPP, Golkar, dan juga PDIP.

Sedangkan pada masa kini, partai poltik sudah banyak dan memiliki anggota tetap.Adapun, sistem yang dianut adalah emokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi di mana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan. Dalam sistem ini, setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi.

(RIN)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini