Share

Bareskrim Siap Ambil Alih Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop UKM

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 25 Januari 2023 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 337 2752747 bareskrim-siap-ambil-alih-kasus-pemerkosaan-pegawai-kemenkop-ukm-Y2Q6sGoYNC.jpg Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Bareskrim Polri menyatakan siap untuk mengambil alih penyidikan kasus dugaan pemerkosaan pegawai Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM).

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto memastikan, pihak kepolisian membuka kembali perkara tersebut. Menurutnya, dalam waktu dekat polisi akan melakukan gelar perkara.

"Saya akan minta mereka gelar ulang karena pada saat rapat di Kemenko Polhukam itu kan rapat kementerian/lembaga. Yang memimpin Pak Menko Polhukam. Yang hadir eselon 1 dari kementerian lembaga. Keputusannya adalah dibuka kembali. Nanti pada saatnya kita akan minta mereka gelar ke bareskrim untuk melegalkan bahwa itu segera buka lagi aja," kata Agus di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

 BACA JUGA:Kasus Pemerkosaan Kemenkop UKM Dibuka Lagi, Kabareskrim: Untuk Beri Rasa Keadilan!

Menurut Agus, pihaknya dalam hal ini, Bareskrim Polri siap mengambil alih apabila proses hukum sebelumnya kembali buntu.

"Iya tapi di sana belum buka makanya kita mau cek kenapa belum dibuka. Kalau mereka tidak berani buka. Biar Mabes Polri saja yang buka," ujar Agus.

 BACA JUGA: Jika Penyidikan Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop Tak Berjalan, Kabareskrim Ancam Ambil Alih

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD juga mendorong agar kasus pemerkosaan pegawai Kemenkop diproses kembali. Meski demikian, Mahfud pun tetap menghormati putusan PN.

"Berdasarkan hasil rapat koordinasi akan terus mendorong bahwa perkara ini dilanjutkan untuk diproses kembali sesuai dengan laporan korban," kata Mahfud seusai rapat koordinasi melalui kanal YouTube Kemenko Polhukam, Rabu 18 Januari 2023.

Mahfud memahami bahwa praperadilan belum mengadili pokok perkara kasus pemerkosaan tersebut. Karena itu, kata Mahfud, kasus pemerkosaan ini tetap bisa diproses kembali secara hukum.

"Kami paham bahwa praperadilan belum memutus pokok perkara, belum memutus substansi perkara. Sehingga jika proses ini dilanjutkan kembali maka tidak dapat dikatakan nebis in idem karena memang pokok perkaranya yaitu kejahatan sesuai dengan Pasal 286 KUHP itu belum pernah disidangkan itu untuk perkaranya," ucapnya.

Follow Berita Okezone di Google News

(wal)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini