Share

4 Jenderal TNI yang Menjadi Legenda

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 26 Januari 2023 07:19 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 337 2752707 4-jenderal-tni-yang-menjadi-legenda-2ZB7Ud32kk.jpg Jenderal Sudirman (Ist)

PARA jenderal TNI di Tanah Air dikenal karena pengabdiannya yang luar biasa terhadap negara.

Bahkan, beberapa jenderal TNI menjadi legenda yang terus dikenang hingga saat ini. Siapa sajakah mereka? Berikut informasinya.

1. Jenderal Besar Soedirman

 

Jika bicara jenderal TNI yang menjadi legenda, nama Jenderal Besar Soedirman sudah pasti akan muncul dan dibahas.

Soedirman terkenal karena melakukan perang gerilya di tahun 1948-1949. Hal ini bermula ketika hubungan Indonesia-Belanda memburuk pada tahun 1948. Sebab, Belanda mempersiapkan serangan ke Indonesia.

Mengetahui hal tersebut, Soedirman langsung bergerak dengan memikirkan strategi perang terbaik. Ia juga memberikan motivasi kepada anak buahnya untuk dapat berjuang hingga tetes darah terakhir.

Dalam article history yang dimuat dalam Conference Series 5 (1) tahun 2022 berjudul ‘Perjuangan Jenderal Soedirman dalam Perang Gerilya untuk Menumbuhkan Karakter Kepemimpinan Siswa SMA’, strategi perang gerilya yang dilakukan, yakni melepaskan pertahanan di kota besar dan jaringan jalan raya, serta membangun kantong-kantong gerilya, melakukan perang gerilya, dan melakukan wingate, atau kembali ke daerah asal. Hal ini diperuntukkan bagi satuan hijrah ke Yogyakarta usai perjanjian Renville.

Satu hal yang patut diingat, Soedirman berperang dengan kondisi sakit parah, sehingga ia harus ditandu oleh anak buahnya. Diketahui, dirinya menderita sakit paru-paru dan berperang hanya dengan satu paru-paru. Meskipun selalu diincar dan dikejar tentara Belanda, namun Soedirman tak pernah tertangkap dan melakukan tugasnya dengan sangat baik. Jenderal Besar Soedirman wafat pada 29 Januari 1950 dalam usia 34 tahun.

Follow Berita Okezone di Google News

2. Jenderal Besar Abdul Haris Nasution

Jenderal TNI selanjutnya yang juga menjadi legenda adalah Abdul Haris Nasution. Masyarakat Indonesia lebih mengenal dirinya dengan panggilan Pak Nas.

Nasution adalah salah satu perwira tinggi TNI AD yang masuk dalam daftar target penculikan para pemberontak PKI. Pria kelahiran 3 Desember 1918 ini pernah bekerja sebagai pegawai di Kota Praja Bandung dan bergabung bersama Angkatan Muda Bandung.

Ketika peristiwa pemberontakan G 30S/PKI, Nasution adalah satu-satunya jenderal yang selamat. Kala itu, dirinya menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia.

Sementara, Pierre Tendean, yang merupakan ajudannya dibawa oleh para pemberontak ke Lubang Buaya dan dibunuh di sana. Putri Nasution, Ade Irma Suryani Nasution, terkena tembakan dan meninggal dunia beberapa hari usai peristiwa kelam itu.

Selama mengabdi, Nasution memberikan banyak sumbangsih melalui pemikiran dan tulisan-tulisannya. Ia adalah sosok di balik konsep dwifungsi ABRI. Artinya, ABRI juga berfungsi sebagai kekuatan sosial-politik, tentunya selain kekuatan pertahanan dan keamanan.

3. Jenderal L B Moerdani

Perwira tinggi yang juga tokoh intelijen Indonesia, Leonardus Benny Moerdani atau L B Moerdani pernah ikut serta dalam Permesta di Sulawesi Utara dan penumpasan pemberontak PPRI di Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Riau.

Ia dikenal sebagai sosok yang sangat piawai di medan perang. Bahkan, Benny pernah melakukan terjun payung di Pekanbaru. Padahal, kala itu dirinya belum pernah berlatih.

Benny yang menjabat sebagai Komandan Kompi A Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD, yang kini bernama Kopassus), nekat melakukan hal tersebut usai mendapat arahan singkat dari Letda Soeweno.

Sepak terjangnya di lapangan membuat Benny disegani oleh berbagai pihak asing. Di tubuh TNI Benny pernah menjabat sebagai Panglima TNI, Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban, serta Menteri Pertahanan dan Keamanan.

4. Jenderal Sarwo Edhie Wibowo

Sarwo Edhie adalah Komandan RPKAD yang juga berhasil menumpas para pemberontak PKI. Setelahnya, ia menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih.

Sarwo Edhie menangkap para tokoh PKI dan kelompok lain yang dinilai berafiliasi dengan PKI. Pihak yang ditangkap juga berasal dari anggota TNI yang pro-PKI, seperti Kapten Sukarno, Kolonel Sahirman, dan Kolonel Maryono.

Sementara itu, dirinya disebut melatih masyarakat sipil yang anti-PKI sebagai pihak utama dalam menjalankan penumpasan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini