Share

Dalam Pleidoi, Putri Candrawathi Masih Getol Bilang Alami Kekerasan Seksual

Ari Sandita Murti, MNC Portal · Rabu 25 Januari 2023 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 337 2752632 dalam-pleidoi-putri-candrawathi-masih-getol-bilang-alami-kekerasan-seksual-CLcRnXFpFL.jpg Putri Candrawathi/Foto: MPI

JAKARTA - Terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi, kembali menjalani sidang lanjutannya pada hari ini, Rabu (25/1/2023), yang beragendakan pembacaan pleidoi. Dalam persidangan, Putri pun terisak saat menceritakan, dia telah mengalami kekerasan seksual oleh Brigadir J.

"Huruf demi huruf dan setiap kata yang saya tuangkan di sini (pleidoi) mengalir ingatan pada orang-orang tersayang di luar sana, khususnya anak-anak di rumah dan sekolah, suami yang telah ratusan hari berpisah sejak ditahanan di Mako Brimob, hingga orangtua dan seluruh sahabat yang juga ikut merasakan derita yang kami alami," ujar Putri di persidangan sambil terisak menahan tangis.

 BACA JUGA:Bacakan Pleidoi, Putri Candrawathi Sebut Dihujam Jutaan Tuduhan dan Fitnah

Menurut Putri, coretan pena di lembar kertas putih pleidoinya ini berulang kali dia rasakan seperti irisan luka yang disobek paksa kembali dan seperti pisau yang disayatkan lagi pada perih luka yang belum pernah sembuh hingga saat ini.

Apalagi, berkali-kali, yaitu ketika dia harus menjelaskan apa yang terjadi pada sore hari di rumah di Magelang tanggal 7 Juli 2022.

 BACA JUGA:Kunjungi Pura Mangkunegaran dengan Gibran, Prabowo Terkenang Kakeknya di Kavallerie Artillerie

"Saya mengalami kekerasan seksual dan dianiaya oleh orang yang selalu kami percayakan dengan sangat baik, yang kami anggap keluarga," tutur Putri menangis.

Follow Berita Okezone di Google News

Dia menambahkan, luka itu menghantuinya lantaran peristiwa kejadian kekerasan seksual yang sangat pahit itu justru terjadi di hari pernikahannya yang ke 22. Di sisi lain, jutaan hinaan, cemooh, bahkan penghakiman telah dihujamkan padanya.

"Bahkan dalam perjalanan setelah persidangan saya melihat dari mobil tahanan, banyak spanduk berisi makian dan paksaan agar majelis hakim menjatuhkan hukuman-hukuman yang menakutkan," kata Putri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini