Share

Ribuan Anak Minta Dispensasi Nikah, Maruf Amin: Pernikahan di Bawah Umur Tidak Maslahat

Binti Mufarida, MNC Portal · Rabu 25 Januari 2023 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 337 2752615 ribuan-anak-minta-dispensasi-nikah-maruf-amin-pernikahan-di-bawah-umur-tidak-maslahat-YT5d0A7PpA.jpeg Wapres Maruf Amin/Foto: Binti Mufarida

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan pernikahan anak di bawah umur tidak membawa maslahat. Hal ini diungkapkan Wapres merespons maraknya pernikahan anak beberapa waktu terakhir.

“Pernikahan di bawah umur itu tidak maslahat, tidak baik,” tegas Wapres usai menghadiri acara di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (25/1/2023).

 BACA JUGA:Ribuan Perangkat Desa Demo di DPR, Tuntut Kejelasan Status

Maraknya pernikahan anak ini terlihat dari tingginya permintaan dispensasi nikah. Tercatat berdasarkan data Badan Peradilan Agama (Badilag), permohonan dispensasi nikah atau kawin tahun 2022 sebanyak kurang lebih 50.000 permohonan.

Permintaan dispensasi nikah ini hanya dilakukan oleh calon mempelai yang berusia kurang dari batas yakni 19 tahun. Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 atas perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan di Indonesia, syarat nikah Kantor Urusan Agama (KUA) adalah minimal usia 19 tahun.

 BACA JUGA:Pengacara Putri Candrawathi Serahkan 12 Bukti Tambahan Sebelum Pembacaan Pleidoi

Wapres pun menegaskan bahwa negara sudah mencegah agar tidak terjadi perkawinan anak. Mengingat, pernikahan dini ini akan menimbulkan masalah di masa yang akan datang seperti lahirnya generasi stunting, kemiskinan, kematian anak, juga kematian ibu.

“Ya sebenarnya pemerintah sudah berusaha, negara berusaha supaya tidak terjadi perkawinan anak dibawah umur, karena itu ada Undang-Undangnya, karena memang akibatnya tidak baik ada stunting, ada kemiskinan, bahkan juga kematian anak, kematian ibu itu banyak,” kata Wapres.

Follow Berita Okezone di Google News

Lebih lanjut, Wapres mengatakan masyarakat masih memegang pandangan dari agama bahwa pernikahan anak dibawah umur tidak dilarang. Namun, agama melarang sesuatu yang membahayakan. Sehingga, pernikahan anak yang dapat membahayakan tidak membawa maslahat.

“Memang ada pikiran bahwa di masyarakat itu bahwa agama tidak melarang, nah ini. Oleh karena itu kita harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat walaupun tidak dilarang oleh agama tapi agama melarang sesuatu yang membahayakan, menyuruh kita melakukan maslahat,” katanya.

“Maka itu, kita harus mengedukasi masyarakat supaya masyarakat mengambil yang terbaik, yang terbaik tidak menikahkan, ini menurut pendekatan keagamaan. Jadi UU sudah ada, maka juga edukasi pendekatan keagamaannya diperkuat, sehingga masyarakat tahu betul, paham bahwa larangan itu adalah untuk membawa kebaikan karena akibatnya seperti tadi itu,” tandas Wapres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini