Share

Terungkap! Eks Ditjen Pajak Angin Prayitno Lakukan TPPU Rp44 Miliar untuk Beli Tanah

Martin Ronaldo, MNC Portal · Rabu 25 Januari 2023 05:10 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 337 2752389 terungkap-eks-ditjen-pajak-angin-prayitno-lakukan-tppu-rp44-miliar-untuk-beli-tanah-D3E3NVYOnV.jpg

JAKARTA - Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum KPK menerima gratifikasi dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Jaksa mengatakan total TPPU yang dilakukan mencapai Rp 44 miliiar.

"Terdakwa sebagai pegawai negeri sipil pada Direktorat Jenderal Pajak, dari 2014 sampai 2019 menerima gratifikasi dari para wajib pajak sejumlah Rp 29.505.167.100,00, sebagaimana dakwaan kesatu dan dari wajib pajak PT Gunung Madu, PT Jhonlin Baratama dan PT Bank Pan Indonesia (Bank Panin) sejumlah Rp 14.628.315.000,00 sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 68/Pid.Sus.TPK/2021/PN.JKT.PST, Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor: 9/Pid.Sus-TPK/2022/PT.DKI dan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 6722 K/Pid.Sus/2022," jelas Jaksa Penuntut Umum, Yoga Pratomo saat membacakan surat dakwaannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2023).

Jaksa juga mengatakan TPPU yang dilakukan oleh Angin dialirkan dalam bentuk pembelian tanah dan bangunan, apartemen dan yang lainnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Dirinya juga mengatakan TPPU sebesar Rp 44 miliar itu merupakan akumulasi gratifikasi dan suap yang diterima Angin dari para wajib pajak dan di kasus PT Gunung Madu, PT Jhonlin Baratama, dan PT Bank Pan Indonesia.

"Telah melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, berupa perbuatan yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan," paparnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini