Share

Berisi Ratusan Halaman, Ini Pleidoi Lengkap Kuat Ma'ruf yang Sebut Tuntutan Jaksa Asumtif

Ari Sandita Murti, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2752297 berisi-ratusan-halaman-ini-pleidoi-lengkap-kuat-ma-ruf-yang-sebut-tuntutan-jaksa-asumtif-PDk0rFoZJK.jpg Kuat Maruf/Foto: Istimewa

 

JAKARTA - Tim pengacara terdakwa Kuat Ma'ruf membacakan pleidoinya dalam sidang dugaan kasus pembunuhan Brigadir J pada Selasa (24/1/2023) ini. Di persidangan, pengacara Kuat menyebutkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) didasarkan pada asumsi-asumsi belaka.

"Penuntut Umum tidak mendasarkan tuntutannya pada fakta persidaangan melainkan pada asumsi-asumsi sehingga tuntutan tersebut harus ditolak," ujar pengacara Kuat di persidangan, Selasa (24/1/2023).

 BACA JUGA:Perkuat Hubungan dengan Indonesia, Kedubes Jepang Berangkat 25 Pemuda ke Program Jenesys

Menurut pengacara Kuat, dari persidangan, terdapat ringkasan fakta-fakta hukum yang terungkap berdasarkan keterangan saksi-saksi dan bukti yang telah diperiksa. Pertama, terdakwa hanyalah supir merangkap Asisten Rumah Tangga keluarga dari saksi Ferdy Sambo dan saksi Putri Candrawathi.

"Kedua, tuduhan perselingkuhan antara saksi Putri Candrawathi dan Korban (Brigadir J) hanyalah majinasi picisan Penuntut Umum karena didasarkan pada alat bukti hasil pemeriksaan test poligraf dan fidak berkesesuaian dengan keterangan terdakwa dan saksi Susi yang menemukan saksi Putri Candrawathi tergeletak lemas dan tak berdaya akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Korban," tuturnya.

 BACA JUGA:Pledoi Dinilai Janggal, Ibu Brigadir J Yakin Kuat Maruf Berbohong Demi Keringanan Hukuman

Ketiga, kata pengecara Kuat, terdakwa tidak memiliki motif pribadi atas terjadinya pembunuhan terhadap korban. Hal ini berkesesuaian dengan keterangan terdakwa dan saksi Daden Miftahul Haq sebab sebelum kejadian para ART dan ADC masih bersenda gurau di depan rumah Saguling.

 

Pleidoi Kuat Ma'Ruf by Desk Nasional Jabodetabek MPI on Scribd

Keempat, terdakwa tidak mengetahui adanya pengamanan senjata milik Korban yang dilakukan oleh saksi Ricky Rizal Wibowo. Hal ini berkesesuaian dengan keterangan saksi Ricky Rizal Wibowo, saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu dan Terdakwa.

"Terdakwa tidak pernah berkomunikasi dengan saksi Ferdy Sambo selama berada di Magelang dan dalam pejalanan dari Magelang menuju rumah Saguling. Hal ini berkesesuaian dengan keterangan saksi Ferdy Sambo dan saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu," jelasnya.

Keenam, Terdakwa tidak mengetahui adanya pembicaraan antara saksi Ricky Rizal Wibowo, saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu dengan saksi Ferdy Sambo di lantai 3 Rumah Saguling. Ketujuh, Terdakwa tidak pernah bertemu dengan saksi Ferdy Sambo di lantai 3 rumah Saguling guna mempersiapkan merampas nyawa korban. Hal ini berkesesuaian dengan keterangan saksi Ferdy Sambo, saksi Putri Candrawathi dan Terdakwa serta didukung dengan rekaman CCTV.

Follow Berita Okezone di Google News

Kedelapan, Terdakwa tidak mengetahui adanya pembicaraan antara saksi Ricky Rizal Wibowo, saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu dengan saksi Ferdy Sambo di lantai 3 rumah Saguling. Hal ini berkesesuaian dengan keterangan saksi Ferdy Sambo, saksi Putri Candrawathi dan Terdakwa.

Kesembilan, Terdakwa hanya satu kali berkomunikasi dengan saksi Ferdy Sambo di rumah Duren Tiga No. 46, yaitu pada saat saksi Ferdy Sambo memerintahkan Terdakwa untuk memanggil saksi Ricky Rizal Wibowo dan Korban. Hal ini berkesesuaian keterangan saksi Ferdy Sambo dan Terdakwa.

"Kesepuluh, Terdakwa baru menerima arahan terkait dengan skenario tembak menembak saat berada di lantai 3 Biro Provost dari saksi Ferdy Sambo hal ini berkesesuaian dengan keterangan saksi Ricky Rizal Wibowo, saksi Ferdy Sambo dan Terdakwa," paparnya.

Kesebelas, Terdakwa berangkat dari Magelang menuju rumah Saguling dan berangkat dari rumah Saguling ke rumah Duren Tiga No. 46 atas permintaan dari saksi Ricky Rizal Wibowo. Hal ini berkesesuaian dengan keterangan saksi Ricky Rizal Wibowo, saksi Putri Candrawathi dan Terdakwa di muka persidangan.

Kedua belas, Terdakwa membawa pisau dapur semata-mata hanya untuk melindungi diri dan bukan untuk mempersiapkan pelaksanaan pembunuhan di rumah Duren Tiga No. 46. Hal ini berkesesuaian dengan keterangan Terdakwa, saksi Adzan Romer, saksi Ridwan R. Soplanit dan saksi Ricky Rizal Wibowo di bawah sumpah di muka persidangan.

"Ketiga belas, Terdakwa tidak pernah dijanjikan sesuatu oleh saksi Ferdy Sambo sebelum terjadinya tindak pidana. Hal ini berkesesuaian dengan keterangan saksi Ferdy Sambo dan keterangan Terdakwa. Keempat belas, Terdakwa tidak memiliki sifat yang manipulatif. Hal ini berkesesuaian dengan hasil Apsifor yang diterangkan oleh Ahli Dra. Reny Kusumawardhani, M.Psi," katanya.

Adapun pledooi pengacara Kuat Ma'ruf itu berjumlah 462 halaman, yang mana ditandangani oleh tim pengacara Kuat berjumlah 10 orang, diantaranya Iwan lrawan dan Deswal Arief. Saat tim pengacara membacakan pledooinya itu, Kuat Ma'ruf hanya tampak tertunduk saja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini