Share

Ferdy Sambo Sebut Pleidoinya 'Pembelaan yang Sia-Sia'

Rizky Syahrial, MNC Media · Selasa 24 Januari 2023 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2752272 ferdy-sambo-sebut-pleidoinya-pembelaan-yang-sia-sia-C48SJ9nBqW.jpg Terdakwa Ferdy Sambo saat sidang di PN Jaksel (foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Terdakwa Ferdy Sambo pasrah dituntut seumur hidup oleh Jaksa Penuntun Umum (JPU), dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sambo pun merasa pasrah dalam hal ini, hingga menamai nota pembelaan atau Pleidoi dengan 'Pembelaan yang Sia-sia'.

 BACA JUGA: Dalam Pleidoi, Sambo Kecewa Dituduh Selingkuh, Bandar Narkoba hingga LGBT

Hal tersebut terlihat dalam lanjutan sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

"Majelis Hakim Yang Mulia, Jaksa Penuntut Umum dan Penasihat Hukum Yang Terhormat, Nota pembelaan ini awalnya hendak saya beri judul 'Pembelaan yang Sia-Sia'. Karena di tengah hinaan, caci-maki, olok-olok serta tekanan luar biasa dari semua pihak," kata Sambo di ruang sidang.

Ia pun merasa, dirinya beserta keluarga telah mendapatkan berbagai cacian dan makian. Ia pun mengaku pernah merasakan keputusasaan dan frustasi.

 BACA JUGA:Ferdy Sambo Akui Berikan Perintah Salah Pada Anak Buahnya

"Berbagai tuduhan bahkan vonis telah dijatuhkan kepada saya sebelum adanya putusan dari Majelis Hakim, rasanya tidak ada ruang sedikit pun untuk menyampaikan pembelaan," papar Sambo.

"Bahkan sepotong kata pun tidak pantas untuk didengar apalagi dipertimbangkan dari seorang terdakwa seperti saya," tambah dia.

Follow Berita Okezone di Google News

Selama 28 tahun menjadi Anggota Polri, Ia pun tidak pernah melihat adanya tekanan yang begitu besar seorang terdakwa, seperti apa yang dialaminya.

"Saya nyaris kehilangan hak sebagai seorang terdakwa untuk mendapatkan pemeriksaan yang objektif, dianggap telah bersalah sejak awal pemeriksaan dan haruslah dihukum berat tanpa perlu mempertimbangkan alasan apapun dari saya sebagai terdakwa," kata Sambo.

"Termasuk juga mereka yang mencari popularitas dari perkara yang tengah saya hadapi. Saya tidak memahami bagaimana hal tersebut terjadi, sementara prinsip negara hukum yang memberikan hak atas jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara di mata hukum masih diletakkan dalam konstitusi negara kita," bebernya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini