Share

Ferdy Sambo Akui Berikan Perintah Salah Pada Anak Buahnya

Ari Sandita Murti, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 18:56 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2752232 ferdy-sambo-akui-berikan-perintah-salah-pada-anak-buahnya-DomHtCxVj0.jpg Ferdy Sambo jalani persidangan (Foto: MPI)

JAKARTA - Terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo saat membacakan pleidoinya mengakui, dia telah memberikan perintah yang salah pada anak buahnya hingga membuat banyak anggota Polri disidang etik hingga dipecat.

"Sebelumnya untuk mendukung cerita tersebut, pada tanggal 13 Juli 2022 saya telah memberikan perintah yang salah kepada anggota Kepolisian untuk merusak laptop dan flash disk yang berisi copy rekaman CCTV di depan pos satpam rumah Duren Tiga 46," ujar Ferdy Sambo di persidangan, Selasa (24/1/2023).

Sambo mengatakan, akibat perintah salahnya itu, telah menyeret sebagian anggota Polri yang melaksanakan perintah tersebut dalam pemeriksaan kode etik, pidana, dan diberhentikan sebagai anggota Polri. Dampak tersebut tidak pernah dia bayangkan, sementara institusi Kepolisian juga tidak mengindahkan penjelasan dan permohonan maaf yang dia sampaikan pada setiap pemeriksaan.

Baca juga: Ferdy Sambo Ungkap Amarah Putri Candrawathi Meledak saat Pelecehan Disampaikan ke Publik

"Bahwa semua anggota Polri tersebut tidak bersalah karena mereka telah mendapatkan informasi dan fakta yang keliru, juga menjalankan perintah saya yang keliru," tuturnya.

Baca juga: Bantah Rencanakan Pembunuhan, Ferdy Sambo: Kemarahan Saya Meletup saat Bertemu Brigadir J

Sambo menerangkan, perintah salah itu dia berikan untuk mendukung skenario atau cerita bohong tembak-menembak tersebut, yang mana skenario itu baru dia sampaikan pada Bharada E atau Richard Elizer pasca terjadinya peristiwa penembakan Brigadir J. Setelah memerintahkan Ricky Rizal untuk mengantarkan istrinya, dia kembali ke rumah Saguling, dia masuk kembali menemui Bharada E untuk menjelaskan skenario tembak-menembak tersebut.

Follow Berita Okezone di Google News

"Dengan maksud untuk dijelaskan kepada penyidik apabila kemudian menghadapi pemeriksaan. Cerita tembak-menembak juga baru saya jelaskan kepada Kuat Maruf dan Ricky Rizal ketika saya menemui mereka saat pemeriksaan di Biro Provos Mabes Polri," kata Sambo.

Sambo menambahkan, di dalam cerita tersebut, dia sampaikan dia tidak berada di TKP pada saat tembak-menembak terjadi, dia tiba saat peristiwa telah selesai. Cerita tidak benar tersebut yang belakangan terungkap setelah diputarnya copy rekaman CCTV di depan pos satpam rumah Duren Tiga 46 oleh Penyidik Polri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini