Share

Bantah Rencanakan Pembunuhan, Ferdy Sambo: Kemarahan Saya Meletup saat Bertemu Brigadir J

Ari Sandita Murti, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2752215 bantah-rencanakan-pembunuhan-ferdy-sambo-kemarahan-saya-meletup-saat-bertemu-brigadir-j-C2Jqjkpaof.jpg Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi (Foto: Antara)

JAKARTA - Saat membacakan pleidoinya, terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo membantah telah merencanakan pembunuhan Brigadir J sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dia menegaskan bahwa tak ada pembicaraan maupun niat untuk membunuh Brigadir J saat berbicara dengan Ricky Rizal Wibowo dan Bharada E atau Richard Eliezer di Rumah Saguling.

"Pada saat pembicaraan dengan Ricky Rizal maupun Richard Eliezer di Saguling sama sekali tidak ada rencana maupun niat yang saya sampaikan untuk membunuh Yosua sebagaimana dituduhkan Penuntut Umum dalam surat tuntutannya yang hanya bersandar pada keterangan terdakwa Richard Eliezer," ujar Sambo di persidangan, Selasa (24/1/2023).

Sambo mengatakan bahwa keterangan tunggal dari Bharada E yang menjelaskan bagaimana dia memberikan kotak peluru kepadanya, menggunakan sarung tangan, juga menyebutkan mengenai pembicaraan CCTV yang semua keterangan tersebut tidak benar. Pasalnya, tidak ada dalam fakta dan tidak berkesesuaian dengan bukti-bukti di persidangan.

Baca juga: Pleidoi Ferdy Sambo : Bantah Tembak Brigadir J, Akui Buat Rekayasa Tembak-menembak

"Meskipun benar saya telah meminta backup untuk mengantisipasi kemungkinan perlawanan dari Yosua, namun maksud yang saya sampaikan semata-mata melakukan konfirmasi terhadap Yosua atas peristiwa yang telah dialami oleh istri saya, Putri Candrawathi, sebagaimana fakta tersebut telah dibenarkan oleh saksi Ricky Rizal dan saksi lainnya," tuturnya.

Baca juga: Pleidoi Ferdy Sambo Singgung saat Putri Candrawathi Diperkosa Brigadir J: Dunia Serasa Berhenti Berputar

Dia mengungkapkan, guna kepentingan isolasi yang biasa dilakukan keluarganya setelah dari luar kota, Putri Candrawathi berpamitan. Saat itu, Ferdy Sambo akan melakukan konfirmasi pada Brigadir J pada malam hari setelah istrinya isolasi dan selesai kegiatan di Depok.

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian Putri Candrawathi lantas berangkat menuju rumah dinas Duren Tiga 46, sementara dia yang masih belum bisa berfikir jernih dan tidak tahu harus melakukan apa. Pada akhirnya melangkahkan kaki untuk memenuhi agenda undangan pimpinan yang sudah terjadwal di Depok.

"Sepanjang perjalanan dari Rumah Saguling, pikiran saya terus berkecamuk dan semakin memuncak ketika mobil yang saya tumpangi akan melewati rumah dinas Duren Tiga 46 dan melihat Yosua berdiri di depan rumah, seketika itu juga kemarahan saya semakin meletup membayangkan apa yang sudah dilakukan kepada istri saya," papar Sambo.

Sambo lalu memerintahkan ajudan dan sopir menghentikan mobil, masuk ke dalam rumah dan meminta Kuat Maruf yang kebetulan berada di sana untuk memanggil Ricky dan Yosua agar menemuinya. Dengan amarah yang memuncak, dia mengkonfirmasi Yosua, mengapa ia berlaku kurang ajar terhadap istrinya.

Namun, tembahnya, Brigadir J menjawab dengan lancang dan kurang ajar bagaimana komandan, seolah tidak ada satu apapun yang terjadi, kesabaran dan akal pikirannya pupus.

Lalu entah apa yang ada dibenaknya saat itu, namun seketika itu juga terlontar dari mulutnya. Hajar Chad, kamu hajar Chad, yang mana Bharada E lalu mengokang senjatanya dan menembak beberapa kali kearah Brigadir K, peluru Richard menembus tubuhnya, kemudian menyebabkan Brihadir J jatuh dan meninggal dunia.

"Kejadian tersebut begitu cepat, stop, berhenti, saya sempat mengucapkannya berupaya menghentikan tembakan Richard dan sontak menyadarkan saya telah terjadi penembakan oleh Richard yang dapat mengakibatkan matinya Yosua. Saya segera keluar memerintahkan Prayogi untuk segera memanggil ambulan sebagai upaya memberikan pertolongan bagi alm. Yosua," ungkapnya.

"Saya begitu panik, namun harus segera memutuskan apa yang mesti dilakukan untuk mengatasi keadaan tersebut, terutama untuk melindungi Richard Eliezer pascaterjadinya peristiwa penembakan," kata Sambo lagi.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini