Share

Pleidoi Ferdy Sambo Singgung saat Putri Candrawathi Diperkosa Brigadir J: Dunia Serasa Berhenti Berputar

Ari Sandita Murti, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2752191 pleidoi-ferdy-sambo-singgung-saat-istrinya-lapor-diperkosa-brigadir-j-dunia-serasa-berhenti-berputar-8PK4bSfW9D.jpg Ferdy Sambo jalani persidangan (Foto: MPI)

JAKARTA - Terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo mengungkapkan penderitaannya setelah adanya peristiwa di Magelang, Jawa Tengah.

"Penderitaan yang menimpa saya dan keluarga hari ini diawali dari peristiwa yang dialami oleh istri saya, Putri Candrawathi pada tanggal 7 Juli 2022," ujar Sambo saat membacakan pleidoinya dalam persidangan di PN Jaksel, Selasa (24/1/2023).

Menurutnya, pada tanggal 8 Juli 2022 lalu, istrinya Putri Candrawathi tiba dari Magelang dan menyampaikan bahwa telah diperkosa oleh Brigadir J sehari sebelumnya di rumah Magelang.

Putri Candrawathi terus menangis tersedu-sedu sambil menceritakan bagaimana kejadian yang telah dialaminya tersebut.

"Tidak ada kata-kata yang dapat saya ungkapkan saat itu, dunia serasa berhenti berputar, darah saya mendidih, hati saya bergejolak, otak saya kusut membayangkan semua cerita itu," tuturnya.

Ferdy Sambo membayangkan harkat dan martabatnya sebagai seorang laki-laki, seorang suami yang telah dihempaskan dan diinjak-injak, juga membayangkan bagaimana harus menghadapinya, menjelaskannya di hadapan wajah anak- anaknya, juga bertemu para anggota bawahan dan semua koleganya.

Baca juga: Kutip Ayat Alkitab, Ferdy Sambo Minta Hakim Berikan Vonis Berdasarkan 10 Pertimbangan Pleidoinya

Dalam pembicaraan yang terasa dingin dan singkat tersebut, istrinya mengiba agar aib yang menimpa keluarganya tidak perlu disampaikan kepada orang lain, istrinya begitu malu. Kata dia, istinya tersebut tidak akan sanggup menatap wajah orang lain yang tahu ia telah dinodai.

Baca juga: Ungkap Penyesalan dalam Pleidoi, Ferdy Sambo: Setiap Waktu Rasa Bersalah Saya Tak Pernah Berhenti

"Istri saya lantas meminta agar persoalan tersebut diselesaikan dengan baik-baik karena sebelumnya ia juga telah menyampaikan langsung kepada almarhum Yosua agar yang bersangkutan resign dari pekerjaannya sebagai ADC di rumah kami," papar Sambo.

Follow Berita Okezone di Google News

Dia mengungkapkan, permintaan istrinya itu dia ikuti, dia lantas meminta Putri Candrawathi masuk ke dalam kamar. Sementara dia berdiam diri di ruang keluarga dengan hati dan pikiran yang kacau berantakan.

Dalam suasana kalut tersebut, dia memanggil Ricky Rizal sebagai ajudan paling senior yang bertugas menjaga keluarga untuk menemuinya.

"Saya menanyakan apakah yang bersangkutan tahu istri saya, Putri Candrawathi telah dilecehkan oleh Yosua, dan dijawab yang bersangkutan tidak tahu. Lantas saya menyampaikan, akan melakukan konfirmasi kepada Yosua, dan apakah ia bersedia membackup saya jika yang bersangkutan melawan, dan siap menembak," terang Sambo.

Sambo menambahkan bahwa Ricky Rizal Wibowo kala itu menjawab tidak siap mental. Lantas dirinya meminta Ricky Rizal untuk memanggil Bharada E atau Richard Eliezer untuk menemuinya.

Saat itu dengan pertanyaan yang sama, Richard Eliezer menyampaikan kesediaannya untuk membackup dia pada saat melakukan konfirmasi kepada Brigadir J.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini