Share

Ketika Ferdy Sambo Ungkapkan Rasa Penyesalannya atas Kematian Brigadir J

Ari Sandita Murti, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2752138 ketika-ferdy-sambo-ungkapkan-rasa-penyesalannya-atas-kematian-brigadir-j-raDHAq4nU5.jpg Terdakwa Ferdy Sambo saat sidang di PN Jaksel (foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo membacakan pleidoinya dalam persidangan pada Selasa (24/1/2023). Sambo pun menyampaikan rasa penyesalannya atas kematian Brigadir J, yang mana membuat dia merasakan bersalah setiap waktu.

"Sungguh setiap waktu rasa bersalah dalam diri saya tidak pernah berhenti, penyesalan mendalam atas timbulnya korban Yosua, atas luka bagi keluarga yang ditinggalkan," ujar Sambo di persidangan, Selasa (24/1/2023).

Sambo mengatakan, dia menyesal secara khusus terhadap istrinya yang terkasih, Putri Candrawathi yang untuk kedua kalinya harus menderita karena tanpa dasar dan bukti-bukti kesalahannya telah dijadikan terdakwa dalam persidangan ini, setelah sebelumnya menjadi korban perkosaan yang merampas kehormatan dan martabatnya sebagai seorang perempuan, istri, dan ibu dari anak-anaknya.

"Tidak bisa saya bayangkan bagaimana hancur dan sakit perasaannya, kiranya Tuhan sajalah yang selalu menguatkan dan menghiburnya," tuturnya.

 BACA JUGA:Ferdy Sambo : Kebahagian Hidup Saya Kini Telah Sirna Menjadi Suram dan Sepi

Dia menerangkan, sungguh menyesali peristiwa pembunuhan yang terjadi terhadap Brigadir J telah menyeret mereka yang tidak terlibat dan tidak bersalah ke dalam ruang persidangan pidana. Pasalnya, mereka dituntut atas perbuatan dan kesalahan yang tidak mereka ketahui.

"Penyesalan yang teramat dalam juga terhadap Kuat Maruf, dan Ricky Rizal sebagai orang-orang yang baik yang telah didudukan sebagai terdakwa tanpa tau apa kesalahannya, juga terhadap Richard Elizer yang harus menghadapi situasi ini," paparnya.

Sambo menambahkan, dia bersalah dan menyesal karena amarah dan emosi telah menutup logika berpikirnya, dia lupa dia seorang Inspektur Jenderal Polisi dan pejabat utama Polri yang tidak pantas melakukan hal tersebut.

 BACA JUGA:Bacakan Pledoi, Ferdy Sambo Mengaku Frustasi Dapatkan Tekanan Publik yang Begitu Besar

Selama 28 tahun dia tidak pernah lelah mendedikasikan diri bagi Polri yang selalu dia cintai, dalam banyak penugasan sebagai seorang Polisi acap kali dia harus meninggalkan istri dan anak-anak semata-mata untuk memberikan dedikasi terbaik bagi Kepolisian, masyarakat, nusa, dan bangsa.

"Sebagai anggota Polri, saya tidak pernah melakukan pelanggaran pidana, pelanggaran disiplin maupun kode etik, bahkan telah menerima Bintang Bhayangkara Pratama dari Bapak Presiden yang membuktikan dharma bakti saya bagi anggota Polri yang tanpa cacat dan cela selama berdinas," pungkasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

(wal)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini