Share

6 Asas Pemilu yang Berlaku di Indonesia, Nomor 1 Jujur!

Rifqa Nisyardhana, Okezone · Selasa 24 Januari 2023 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2752098 6-asas-pemilu-yang-berlaku-di-indonesia-nomor-1-jujur-lMM0i7f3Mn.jpg Ilustrasi/Foto: Okezone

JAKARTA – Pemilihan umum atau Pemilu merupakan sarana demokrasi yang bertujuan untuk memilih wakil rakyat di pemerintahan yang berasal dari suara rakyat.

Dalam sejarahnya, Pemilu di Indonesia telah berlangsung sebanyak 12 kali, yaitu pada 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009, 2014, dan 2019.

 BACA JUGA:Profil Rasmus Paludan, Pimpinan Partai Politik yang Berkali-kali Bakar Alquran

Pada zaman Orde Baru, Pemilu di Indonesia menerapkan asas “LUBER (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia). Kemudian, di era reformasi berkembang asas lain, yaitu “Jurdil (Jujur dan Adil)”.

Berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Nomor XIV/MPR/1998 tentang Perubahan dan tambahan Atas Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor III/MPR/1998, berikut ini penjabaran atas enam asas pemilu di Indonesia.

1. Jujur

Asas jujur mengandung makna bahwa setiap Pemilu harus dilakukan sesuai aturan. Ini berguna untuk memastikan setiap warga negara memiliki hak memilih sesuai kehendaknya dan setiap suara memiliki nilai yang sama.

2. Adil

Asas adil mengandung bahwa Pemilu memberikan perlakuan yang sama terhadap pemilih tanpa ada pengistimewaan atau diskriminasi.

3. Langsung

Asas langsung mengandung bahwa pemilih harus memberikan suaranya secara langsung dan tidak boleh diwakilkan.

4. Umum

Asas umum mengandung bahwa Pemilu dapat diikuti oleh seluruh warga yang mempunyai hak untuk menggunakan suaranya.

Pada dasarnya setiap warga negara yang sudah berusia minimal 17 tahun sudah berhak ikut menyumbangkan suaranya dalam pemilihan umum.

Follow Berita Okezone di Google News

5. Bebas

Asas bebas mengandung bahwa pemilih dapat memberikan suaranya dengan bebas tanpa ada tekanan dan paksaan dari pihak mana pun.

Maka dari itu, setiap warga dijamin keamanannya untuk memilih sesuai kehendak hati nurani dan kepentingannya.

6. Rahasia

Asas rahasia mengandung bahwa setiap suara yang diberikan oleh pemilih tidak akan dibocorkan atau diketahui oleh pihak lain.

Namun, asas ini tidak berlaku lagi bagi pemilih yang telah keluar dari tempat pemungutan suara lalu secara sukarela mengungkapkan pilihannya kepada pihak mana pun.

Demikian keenam asas pemilu yang diterapkan oleh Indonesia beserta penjabarannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini