Share

Polri Lengkapi Berkas Perkara Gagal Ginjal Anak

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 24 Januari 2023 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2752072 polri-lengkapi-berkas-perkara-gagal-ginjal-anak-7k4WOGJHwJ.jpg Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah. (MNC Portal/Riana Rizkia)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri terus melengkapi berkas perkara 4 tersangka korporasi dalam kasus gagal ginjal akut anak.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Nurul Azizah, mengatakan pihaknya kini tengah melengkapi berkas perkara 4 tersangka korporasi, yaitu PT Tirta Buana Kemindo (TBK), CV Anugrah Perdana Gemilang (APG), PT Fari Jaya Pratama (FJ), dan CV Samudera Chemical (SC).

“Penyidik saat ini masih melengkapi berkas perkara terkait kasus gangguan gagal ginjal akut pada anak, dengan tersangka korporasi PT TBK, PT FJ, CV APG dan CV SC,” kata Nurul dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

Nurul melanjutkan, jika berkas perkara para tersangka korporasi tersebut telah rampung, pihaknya akan segera menyerahkannya ke jaksa penuntut umum (JPU).

"Selanjutnya apabila sudah dilengkapi maka penyidik akan segera mengirimkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum," ujar Nurul.

Sebagaimana diketahui, sejauh ini, terdapat 9 tersangka dalam kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak. Sembilan tersangka tersebut terdiri atas dua tersangka perorangan dan tujuh tersangka korporasi.

Dua tersangka perorangan adalah pemilik CV Samudera Chemical, berinisial E dan AR. Tersangka lainnya adalah tersangka korporasi, yaitu PT Afi Farma Pharmaceutical Industries, CV Chemical Industries, PT Tirta Buana Kemindo, CV Anugrah Perdana Gemilang, serta PT Fari Jaya Pratama.

Follow Berita Okezone di Google News

BPOM (Badan Pemeriksa Obat dan Makanan) juga telah menetapkan tersangka kepada dua korporasi dalam kasus obat sirop. Kedua tersangka korporasi tersebut ialah PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries.

Adapun pasal yang disangkakan kepada PT Afi Pharma ialah Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 201 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang-Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (3) Undang-Undang RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp2 miliar.

Sementara untuk CV Samudera Chemical disangkakan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dan/atau Pasal 60 angka 4 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Perubahan Atas Pasal 197 Jo Pasal 106 Jo Pasal 201 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 62 Jo Pasal 8 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo pasal 55 dan/atau pasal 56 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp2 miliar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini