Share

Masuk Endemi, Vaksinasi Covid-19 Hanya Gratis untuk Warga Tertentu

Kiswondari, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2752029 masuk-endemi-vaksinasi-covid-19-hanya-gratis-untuk-warga-tertentu-PEBZecvHBE.jpg Ilustrasi/Foto: Okezone

 

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa untuk 2023 ini vaksinasi Covid-19 masih akan digratiskan, karena status pandemi belum dicabut. Namun, saat masuk endemi hanya digratiskan untuk warga tertentu saja.

"Strategi vaksin 2023 akan kita buka booster untuk 18 tahun ke atas. Dan buka untuk anak di bawah 6 tahun, diskusi dengan ITAGI dan BPOM, vaksin luar negeri dan lain-lain," kata Budi Gunadi dalm Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

 BACA JUGA: Gegara Korsleting, Motor dan Mesin Pengisian SPBU Terbakar

Namun, kata Budi Gunadi, saat berubah menjadi endemi, tentu vaksinasi gratis hanya untuk PBI (penerima bantuan iuran) BPJS Kesehatan dan hanya dilakukan di dalam negeri.

"Dan kalau ini jadi endemi mungkin vaksinasi gratis akan kita paketan ke PBI, dan itu vaksin dalam negeri. Sedangkan vaksin lain rutin masukan ke vaksin rutin aja seperti influenza," terangnya.

 BACA JUGA:Hendak Bayar Indekos, Penghuni Malah Temukan Bapak Kos Tewas Mengering di Kamar

Adapun harganya, menurut Menkes Budi, sekarang ini harganya berkisar antara US$9-10 atau di bawah Rp200 ribuan, dan bisa dibeli di rumah sakit (RS), apotek, dan klinik.

"Saya cek US$9-10. Masih di bawah Rp 200 ribu. Bisa beli di apotek, RS, klinik. Sehingga beban negara fokus di masyarakat miskin lewat mekanisme PBI," ujarnya.

Sementara itu, Budi Gunadi juga memberikan informasi perkembangan vaksin Covid yang memang menurun drastis. Saat ini, vaksin harian 27 ribu lebih yang sudah divaksin dan stok vaksin masih ada 9 juta lebih dosis.

Follow Berita Okezone di Google News

Namun, kata dia, pihaknya mengkhawatirkan vaksinasi pada lansia dengan komorbid, banyak di antaranya yang masuk RS, bahkan ada yang meninggal dunia dan belum divaksinasi. Sehingga lansia akan menjadi fokus pemerintah untuk diedukasi.

"Kita akan coba kejar edukasi agar lansia divaksin. Memang keinginan vaksin lansia sulit, even (bahkan) beberapa temen dokter ortunya tdk terlalu minat divaksin. Karena udah tua, enggak apa-apa juga lah," ungkapnya.

Menurut Budi Gunadi, stok vaksin saat ini masih 9,3 juta dosis. Dan pembelian akan arahkan ke dalam negeri, sementara untuk di luar negeri memanfaatkan hibah dan sisa kontrak.

"Nanti kita alihkan ke anak. Karena untuk balita baru pfizer. Yang lain dalam negeri," imbuhnya.

"PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) dicabut, kita tetap status pandemi belum (dicabut/, kita tunggu WHI cabut sama-sama. Jd kita tetap proses, surveilance, monitor mingguan, sampai sekarang alhamdulillah terjaga," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini