Share

Humor Gus Dur: Ketika Aktivis Ditegur Intel KGB Rusia

Tim Okezone, Okezone · Rabu 25 Januari 2023 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2752026 humor-gus-dur-ketika-aktivis-ditegur-intel-kgb-rusia-6m6eF1OKRN.jpg Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)

JAKARTAPresiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur, diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini biasanya bertujuan untuk membuat orang tertawa sekaligus meredakan ketegangan politik kala itu.

Salah satunya adalah humor yang dikutip dari buku ‘Mati Tertawa Bareng Gus Dur’. Humor ini berkisah tentang negara Rusia pasca pecahnya Uni Soviet.

Alkisah Gus Dur tentang situasi Rusia, tidak lama setelah bubarnya Uni Soviet. Sosialisme hancur, dan para birokrat tidak punya pengalaman mengelola sistem ekonomi pasar bebas.

BACA JUGA: Humor Gus Dur Tentang Pagelaran Otak Sedunia, Orang Indonesia Pasti Jadi Juaranya

Diketahui, di masa sosialisme, memang rakyat sering antre untuk mendapatkan macam-macam kebutuhan pokok. Namun pengaturannya tetap rapi sehingga semua orang kebagian jatah. Sekarang, masyarakat tetap harus antre, tapi karena manajemennya jelek, antrean umumnya sangat panjang, dan banyak orang yang tidak kebagian jatah.

BACA JUGA: Humor Gus Dur: Kenapa Tidak Simpan Gaji sebagai Presiden?

Gus Dur berkisah jika seorang aktivis sosial berkeliling kota Moskow untuk mengamati bagaimana sistem baru itu bekerja. Di sebuah antrean roti, setelah melihat banyaknya orang yang tidak kebagian, aktivis itu menulis di buku catatannya, “roti habis.”

Follow Berita Okezone di Google News

Lalu dia pergi ke antrean bahan bakar. Lebih banyak lagi yang tak kebagian. Dan dia mencatat “bahan bakar habis!” Kemudian dia menuju ke antrean sabun. Wah pemerintah kapitalis baru ini betul-betul brengsek, banyak sekali masyarakat yang tidak mendapat jatah sabun. Dia menulis besar-besar “SABUN HABIS!”

Tanpa dia sadari, dia diikuti oleh seorang intel KGB. Ketika dia akan meninggalkan antrean sabun itu, si intel itu pun menegur.

“Hey bung! dari tadi kamu sibuk mencatat-catat terus, apa sih yang kamu catat?,” tanya intel itu.

Sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi rakyat.

“Untung kamu ya, sekarang sudah jaman reformasi,” ujar sang intel, “Kalau dulu, kamu sudah ditembak,” lanjutnya.

Sambil melangkah pergi, aktivis itu mencatat jika peluru juga habis!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini