Share

6 Jenderal Putra Jawa Timur yang Pernah Jadi Panglima TNI

Tim Okezone, Okezone · Selasa 24 Januari 2023 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2751965 6-jenderal-putra-jawa-timur-yang-pernah-jadi-panglima-tni-6cZlphBFaN.jpg Try Sutrisno (Foto: Ist)

JAKARTA - Panglima TNI tengah dijabat Laksamana Yudo Margono. Ia dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang memasuki masa pensiun.

Yudo Margono diketahui kelahiran Madiun, Jawa Timur pada 26 November 1965 silam. Namun, ada sederet putra Jawa Timur lainnya yang pernah menjadi Panglima TNI.

BACA JUGA:Lantik Mayjen TNI (Purn) Wuryanto, Hary Tanoe Yakin Perindo Menuai Banyak Suara di Jateng 

Berikut daftarnya menukil channel Aldo Insomnia:

1. Marsekal Suryadi Suryadharma

Suryadi merupakan TNI AU lulusan 1934 dengan Satuan Navigator. Ia adalah pendiri Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dan sekaligus Bapak AURI.

Pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur 6 Desember 1912 itu memiliki garis keturunan dari Keraton Kanoman, Cirebon.

Segudang pengalaman dikantongi karena selama perang dunia kedua, dia salah satu dari 40 Bumiputera yang diterima di Akademi Militer Belanda di Breda Belanda.

Dia turut serta dalam operasi pengeboman kapal-kapal tentara jepang Pulau Tarakan Borneo. Kemudian, pada tahun 1946, ia ditunjuk menjadi KSAU yang pertama di Indonesia.

BACA JUGA:31 Anak Buah Prabowo Kena Mutasi Panglima Yudo Margono, Ini Daftarnya 

Follow Berita Okezone di Google News

Pada 1950, ia juga berperan dalam negosiasi pengambilalihan Kernel KM yang sekarang menjadi Garuda Indonesia Airways.

Selain itu, dirinya adalah salah satu penggagas berdirinya Akademi penerbangan Curug. Tak heran, namanya diabadikan menjadi Lanud di Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Selain itu, juga menjadi nama perguruan tinggi TNI AU di daerah Halim Perdanakusuma. Hingga puncak karier militernya, pada 1959-1961, ia diangkat menjadi Panglima TNI.

2. Jenderal Try Sutrisno

Lulusan Akademi Militer TNI Angkatan Darat 1959. Ia merupakan Wakil Presiden RI yang diketahui merupakan putra Jawa Timur.

Kelahiran Surabaya, 15 November 1935. Pengalaman pertama di militer ketika dia berperang melawan pemberontakan PRRI 1957.

Perjalanan karier militernya penuh dengan kontroversi di antaranya kebijakan kerusuhan Tanjung Priok insiden Talangsari, Dili.

Kendati demikian, kariernya sangat cemerlang, sejumlah jabatan strategis pernah diembannya. Di antaranya, Pangdam 5 Jaya 1982; Wakil Kasat 1985; KSAD 1986; dan terakhir sebelum pensiun menjadi Panglima TNI pada 1988-1993.

Setelah pensiun, dia dipilih secara aklamasi oleh DPR dan presiden untuk menjadi wakil presiden RI periode 1993-1993.

3. Marsekal Djoko Suyanto

Lulusan Akademi AU 1973 dengan satuan Penerbang. Ia adalah penerbang pesawat tempur F-5 Tiger II yang berpangkalan di Pangkalan Udara Iswahyudi, Magetan.

Ia kelahiran Madiun, Jawa Timur 2 Desember 1950. Marsekal Djoko diketahui satu angkatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat di Akabri.

Pencalonannya sebagai Panglima TNI sangat mengejutkan mengingat pangkatnya saat itu adalah jenderal bintang 2. Namun, karena melewati fit and proper test yang cukup alot, ia akhirnya diangkat menjadi Panglima TNI.

Jabatan strategi yang pernah diembannya, Instruktur penerbang F-5 Lanud Iswahyudi (1981-1982); Instructor advanced fighter training course (1983-1990); Komandan Skadron Udara 14 Lanud Iswahyudi) (1990-1992); Komandan Lanud Jayapura (1992-1994).

Kemudian, Asisten Operasi Kosekhanudnas I Halim Perdanakusumah (1994-1997); Komandan Lanud Iswahyudi, Magetan (1997-1999); Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional I (Pangkosekhanudnas) (1999-2001); Panglima Komando Operasi TNI AU II (Pangkoopsau II) (2001).

Lalu, Komandan Komando Pendidikan TNI AU (Dankodikau) (2001-2002); Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara (2002-2004); Kepala Staf TNI Angkatan Udara (2005-2006); Panglima Tentara Nasional Indonesia (2006-2007).

4. Laksamana Agus Suhartono

Lulusan Akademi Angkatan Laut 1978 dengan Satuan Korps Pelaut. Ia adalah putra Jawa Timur kelahiran Blitar, 25 Agustus 1955.

Ia pernah menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim dan Asisten Operasi KSAL. Lalu, ia menjabat sebagai Dirjen Departemen Pertahanan.

Kemudian, diangkat menjadi KSAL. Puncaknya, ia diangkat oleh Presiden SBY menjadi Panglima TNI yang ke 17 pada 2010-2013.

5. Jenderal Moeldoko

Lulusan Akademi Militer 1985 dengan Satuan Infanteri. Ia adalah putra Jawa Timur kelahiran Kediri 8 Juli 1957.

Beberapa operasi militer yang pernah diikutinya antara lain operasi seroja di Timor-Timur dan operasi Konga Garuda 11.

Ia pernah mendapat penugasan di beberapa negara. Kariernya sangat cemerlang, sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, di antaranya Wakil Gubernur Lemhannas 2011.

Jabatan militernya mulai dari Letnan Dua sampai dengan Kapten Danton:

Yonif Linud 700/BS Kodam XIV/Hasanuddin (1981); Danki A Yonif Linud 700/BS Kodam XIV/Hasanuddin (1983); Kasi Operasi Yonif Linud 700/BS Kodam VII/Wirabuana

Mayor

Perwira Operasi Kodim 1408/BS Ujungpandang

Wakil Komandan Yonif 202/Tajimalela

Kasi Teritorial Brigif-1 PAM IK/JS

Letnan Kolonel

Komandan Yonif 201/Jaya Yudha (1995)

Komandan Kodim 0501/Jakarta Pusat (1996)

Sespri Wakasad (1998)

Kolonel

Pabandya-3 Ops PB-IV/Sopsad

Komandan Brigif-1/Jaya Sakti (1999)

Asops Kasdam VI/Tanjungpura

Dirbindiklat Pussenif

Komandan Rindam VI/Tanjungpura (2005)

Komandan Korem 141/Toddopuli Watampone (2006)

Brigadir Jenderal

Pa Ahli Kasad Bidang Ekonomi (2007)

Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD (2008)

Kasdam Jaya (2008)

Mayor Jenderal

Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad (2010)

Panglima Kodam XII/Tanjungpura (2010)

Panglima Kodam III/Siliwangi (2010)

Letnan Jenderal

Wakil Gubernur Lemhannas (2011)

Wakasad (2013)

Jenderal

KSAD (2013)

Panglima TNI (2013-2015)Jabatan Politik

Saat ini, menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan sejak 2018.

6. Marsekal Hadi Tjahjanto

Luluan Akademi AU 1986 dengan satuan korps penerbang. Ia juga lulusan sekolah penerbang TNI AU 1987. Ia merupakan putra Jawa Timur, kelahiran Malang 8 November 1963.

Kariernya sangat cemerlang, meliputi:

Perwira Penerbang Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (1986–1993)

Kepala Seksi Latihan Skadron 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (1993)

Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skuadron Udara 32 Wing 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (1996)

Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarmo (1997)

Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Pangkalan Udara Adi Soemarmo (1998)

Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI (1998)

Instruktur Penerbangan Pangkalan Udara Adi Sucipto (1999)

Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Pangkalan Udara Adi Sucipto (2000)

Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi Angkatan Udara I (2001)

Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (2004)

Kepala Dinas Personel Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (2006)

Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara (2007)

Komandan Pangkalan Udara Adi Soemarmo (2010–2011)

Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI (2011)

Perwira Menengah Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara (2011)

Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (2011–2013)

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (2013–2015)

Komandan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (2015)

Sekretariat Militer Presiden (2015–2016)

Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (2016–2017)

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (2017–2018)

Panglima Tentara Nasional Indonesia (2017–2021)

1
6

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini