Share

Dialog Transformasi Layanan Kesehatan, Inisiatif Ekonomi Masjid Bakal Jadikan Masjid sebagai Solusi Kehidupan

Tim Okezone, Okezone · Selasa 24 Januari 2023 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2751888 dialog-transformasi-layanan-kesehatan-inisiatif-ekonomi-masjid-bakal-jadikan-masjid-sebagai-solusi-kehidupan-iThdPoLDvm.jfif Inisiatif Ekonomi Masjid bakal menjadikan masjid sebagai solusi kehidupan. (Ist)

 

JAKARTA - Inisiatif Ekonomi Masjid (I-EMAS) menggelar dialog “Transformasi Layanan Kesehatan Berbasis Masjid” di Masjid Agung Sunda Kelapa, Senin (24/1/2023).

Sebelum dialog berlangsung, Founder I-EMAS, Arief Rosyid menyampaikan, pentingnya masjid sebagai salah satu ikon pemberdayaan Islam dan salah satu elemen yang perlu diperhatikan tentu dalam bidang kesehatan.

“Jadi kegiatan ini adalah bentuk validasi dari semangat pemuda dan juga sebagai salah satu ikhtiar untuk memberdayakan potensi untuk mendorong kemajuan umat Islam khususnya dalam bidang kesehatan. Konsep transformasi layanan kesehatan berbasis masjid ini harus dieksekusi, dan ke depan akan terus diperbaiki,” ucap Arief Rosyid, dalam keterangannya.

Menurutnya, jika pemerintah punya mimpi yang besar dan salah satunya melalui potensi-potensi masjid. Arief menjelaskan, beragam isu dan hal-hal yang menjadi perhatian pemerintah saat ini bisa dijahit menjadi satu dan dikaitkan antara satu ke yang lainnya. Arief berharap kolaborasi antara I-EMAS, IDI, BSI serta Masjid Agung Sunda Kelapa menjadi contoh tonggak dalam Peningkatan Pemberdayaan Kesehatan yang dipelopori masjid. Hal ini demi terlaksananya masjid yang dapat memberikan maslahat bagi umat mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB IDI, dr Ulul Albab, Sp OG memberikan pemahaman bahwa masjid sebagai sentra pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Ulul Albab mengatakan ada 2 langkah dalam pemberdayaan kesehatan melalui

masjid.

"Pertama, masjid yang kita dorong untuk melakukan ibadah yang sehat atau yang kedua masjid juga bisa menjadi tempat layanan kesehatan.”

Ia mencontohkan Masjid Nabawi. Kini menjadi contoh semua urusan bersatu mulai dari keagamaan, ekonomi, serta politik bahkan kesehatan.

"Kita dari IDI berharap dialog ini merupakan langkah pembuka transformasi kesehatan berbasis masjid,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Kesehatan I-EMAS, Ardiansyah Bahar menyebutkan, berawal dari hasil diskusi terbuka saat Musyawarah Nasional I-EMAS 2022, umat Islam didorong untuk menjaga kesehatan menjaga kebersihan. "Karena kita sama-sama tahu apabila kita sehat, kita bisa melakukan ibadah secara maksimal," ucapnya.

Ardiansyah Bahar menjelaskan, sampai hari ini total ada sekitar 800.000 masjid di Indonesia. Ia melanjutkan, tentu jumlah yang sangat besar bahkan puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan hanya sekitar 10.000-an.

Follow Berita Okezone di Google News

"Jadi kalau ada 800 ribuan instansi yang bisa didorong untuk memaksimalkan potensinya, tentu sangat bermanfaat untuk kesehatan kita. Belum lagi penyebarannya kita sama-sama tahu yang namanya masjid itu tersebar dari kota sampai ke pelosok ya, sehingga penyebarannya ini sudah tentu sangat potensial untuk pemberdayaan di bidang kesehatan,” tuturnya.

Ardiansyah mengungkapkan, beberapa program yang bisa diadaptasi untuk menjalankan sebuah transformasi layanan kesehatan berbasis masjid. Misalnya,membuat kuliah pakar, infografik, layanan konsultasi, hingga layanan home-care syariah.

Sementara itu, relawan dokter Masjid Agung Sunda Kelapa, dr. Kemal Imran , Sp.S (K), membeberkan pengalamannya sebagai seorang dokter dalam memberikan edukasi dan pelayanan terhadap jamaah.

“Sehabis sholat Jumat, gratis. Obatnya hanya Paracetamol. Yang berniat membantu pun semakin banyak (seperti cek THT atau mata). Operasi juga gratis, pelayanannya setelah sholat tarawih. Kemudian setiap hari Minggu jika kemudian semakin menurun kesehatannya. Di sini juga sudah tersedia seperti penyakit dalam, poli syaraf, poli THT dan poli umum,” ujarnya.

Group Head Islamic Ecosystem Solution Bank Syariah Indonesia (BSI), Muhammad Syukron Habiby menyampaikan, lahirnya BSI tidak hanya menjadi jalan keuntungan, melainkan juga jalan pengabdian.

"BSI selain menjadi sahabat finansial juga sebagai sahabat sosial, Sehingga BSI akan turut serta dalam acara acara sosial terutama dalam pemberdayaan kesehatan. Hal ini juga sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No 107/DSN-MUI/X/2016 Tentang Penyelenggaraan Rumah Sakit Berbasis Syariah,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini