Share

5 Jenderal yang Pernah Berseteru dengan Soeharto

Cita Najma Zenitha, · Selasa 24 Januari 2023 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2751784 5-jenderal-yang-pernah-berseteru-dengan-soeharto-caMuDBlaZo.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA- 5 Jenderal yang pernah berseteru dengan Soeharto memang menarik untuk dibahas.

Saat menjadi seorang prajurit hingga menjadi pemimpin negara, Bapak Pembangunan Indonesia ini diketahui beberapa kali terlibat konflik.

Ada beberapa jenderal yang diketahui pernah berseteru dengan Sang penguasa Orde Baru ini.

Perseteruan sampai mengarah dalam hal pribadi yang menyebabkan kehidupan jenderal tersebut dipersulit oleh Soeharto.

Berikut ini 5 jenderal yang pernah berseteru dengan Soeharto dirangkum dari berbagai sumber:

1. Jenderal Polisi Drs. Hoegeng Imam Santoso

Jenderal polisi satu ini tak diragukan lagi tentang kejujuran dan ketegasannya dalam memberantas korupsi. Sayangnya sifatnya tersebut membuat keluarga Cendana terusik.

Dalam kasus pemerkosaan Sum Kuning yang terjadi 1970-an, integritas Hoegeng pun tampak nyatanya. Sayangnya kasus yang tengah bergulir tersebut diambil alih oleh Soeharto dan diserahkan kepada Tim Pemeriksa Pusat/Kopkamtib.

Follow Berita Okezone di Google News

Tak hanya itu, Hoegeng pun juga menyelidiki kasus dugaan penyelundupan mobil mewah Robby Tjahjady diduga melibatkan kroni Soeharto dan keluarga Cendana. Saat mendatangi Soeharto untuk menginformasikan penangkapan Robby, ia justru dicopot dari jabatan.

Lantaran aksinya itu, berbagai hukuman politik pun dijalani Hoegeng dengan tabah. Selain dipecat ia pun tak boleh menyanyi di stasiun televisi bahkan programnya yang disiarkan di salah satu stasiun televisi dihentikan.

2. Jenderal Besar TNI Dr. A. H. Nasution

Sebagai atasan Soeharto, Nasution diketahui memiliki hubungan pasang surut dengan juniornya. Konflik keduanya bermula saat Soeharto melakukan penyelundupan beberapa komoditas bersama pengusaha asal Tionghoa.

Saat duduk di kursi kepemimpinan RI, konflik keduanya tak bisa dibendung lagi. Itu terjadi karena Soeharto membubarkan MPRS.

Saat Nasution membuat buku kesan pesan selama ia menjadi pemimpin MPRS, Soeharto memerintahkan aparat untuk membakar buku tersebut beserta gudangnya. Tak sampai situ, gerak-geriknya juga diawasi oleh aparat dan dicekal untuk menjadi pembicara di kampus-kampus.

3. Letnan Jenderal KKO Ali Sadikin

Berbeda dengan yang lainnya, konflik antara mantan Gubernur DKI Jakarta dan penguasa orde baru itu dimulai setelah Ali Sadikin pensiun dari dunia militer dan pemerintahan. Kala itu, ia dan beberapa pensiunan jenderal besar menggagas keprihatinan terkait pidato Soeharto pada 1980-an.

Dari Petisi 50 itu, Soeharto pun marah dan menyuruh Kopkamtib untuk menangkapnya. Lantaran, pimpinan Kopkamtib, Sudomo tak mau menangkap Ali Sadikin, alhasil mantan gubernur itu dicekal.

Ali Sadikin dipersulit saat membawa sang istri berobat di rumah sakit. Tak hanya itu, kala hendak berangkat haji, ia pun dicekal oleh petugas Imigrasi, dicekal dari perayaan semua pemerintah yang ada.

4. Mayor Jenderal TNI Pranoto Reksosamodra

Konflik antara Pranoto dan Soeharto bermula saat keduanya ada diujung pimpinan Tentara Teritorium (TT) IV Diponegoro. Kala itu, Soeharto diketahui melakukan penyelewengan dengan melakukan kegiatan ilegal dengan menggunakan truk milik TT IV.

Konflik keduanya pun kembali terjadi saat keduanya mendapat tugas penyelamatan penculikan Jenderal A. Yani selaku Menteri Panglima Angkatan Darat (Menpangad). oleh PKI. Saat itu, Pranoto yang mengemban tugas sebagai Asisten III Menpangad bidang personalia, tak dapat menghadap presiden Soekarno lantaran dihalangi oleh Soeharto yang sudah mengambil alih pimpinan TNI AD.

Soeharto pun mematikan karier Pranoto. Pada 16 Februari 1966, ia ditangkap dengan tuduhan terlibat G30SPKI. Pranoto pun ditahan di Rumah Tahanan Militer Blok P Kebayoran Baru Jakarta Selatan, lalu dipindahkan ke Inrehab Nirbaya, dan terakhir di Rumah Tahanan Budi Utomo.

5. Letnan Jenderal TNI Hartono Rekso Dharsono

Konflik keduanya terjadi saat Soeharto sudah menjabat sebagai presiden selama 10 tahun dan Dharsono menjabat sebagai sekretaris jenderal ASEAN. Kala itu, Dharsono melontarkan kritik terkait pemerintahan yang makin melenceng.

Alhasil, ia dicopot sebagai sekjen ASEAN. Bukannya makin melunak, Dharsono pun bergabung dengan forum studi dan komunikasi TNI AD, dan petisi 50.

Dharsono pun dituduh melakukan subversi dan ikut andil meledakkan bom di BCA Pecenongan, Jakarta Pusat. Ia ditangkap dan dimejahijaukan dengan vonis 10 tahun.

Itulah 5 jenderal yang pernah berseteru dengan Soeharto yang hidupnya dibuat hancur.

(RIN)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini