Share

2 Eks Petinggi ACT 'Mengemis' ke Majelis Hakim Vonis Tak Bersalah

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 337 2751767 2-eks-petinggi-act-mengemis-ke-majelis-hakim-vonis-tak-bersalah-wPoLBKa6mT.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

 

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan akan menggelar sidang putusan untuk terdakwa kasus dugaan penggelapan dana bantuan sosial untuk keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

Kedua terdakwa yakni, Ibju Khajar dan Hariyana Hermain meminta majelis hakim agar memvonis tak bersalah.

Menurut penasihat hukum dua terdakwa Virza Roy, kliennya tak ada motif untuk mengambil keuntungan pribadi dari dana hinah yang diperoleh oleh Yayasan Filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT). Ia menilai, kliennya telah menjalankan tugas murni untuk kemanusiaan.

"Sehingga sudah selayaknya Bu Yana dan Pak Ibnu dinyatakan tidak bersalah oleh karena tidak ada niat jahat terkait penggunaan dana BCIF Boeing," kata Virza saat dihubungi, Senin (23/1/2023).

Virza menambahkan, majelis hakim perlu melihat perbedaan peran dua kliennya dengan terdakwa lainnya seperti Ahyudin, eks pendiri ACT.

"Oleh karenanya seyogyanya Majelis Hakim melihat perbedaan peran antara Pak Ibnu dan Bu Yana dengan Saudara Ahyudin selaku Pimpinan Yayasan ACT," kata Virza.

Follow Berita Okezone di Google News

Pada hari ini, tiga terdakwa kasus ACT bakal menjakani sidang vonis di PN Jakarta Selatan. Ketiganya, telah dituntut empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU meyakini terdakwa Ahyudin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama melakukan kejahatan dalam hal menggelapkan dana ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Ahyudin selama empat tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," kata JPU saat membacakan surat tuntutan di PN Jakarta Selatan, Selasa 27 Desember 2022.

Ahyudin didakwa menggelapkan dana donasi. Jaksa menyebutkan penggelapan yang dilakukan petinggi ACT itu terkait dana donasi dari Boeing untuk keluarga atau ahli waris korban kecelakaan Lion Air 610.

Ahyudin disebut melakukan perbuatan itu bersama-sama dengan Presiden ACT Ibnu Khajar dan Hariyana Hermain (HH), yang disebut sebagai salah satu Pembina ACT dan memiliki jabatan tinggi lain di ACT, termasuk mengurusi keuangan. Tuntutan untuk tiap terdakwa itu dilakukan terpisah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini