Share

Kutuk Pembakaran Alquran di Swedia, LPOI Serukan Setop Rasisme dan Kebencian terhadap Islam

Tim Okezone, Okezone · Senin 23 Januari 2023 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 23 337 2751427 kutuk-pembakaran-alquran-di-swedia-lpoi-serukan-setop-rasisme-dan-kebencian-terhadap-islam-mmqetD5wC7.jpg Ketum LPOI dan LPOK Said Aqil Siradj

JAKARTA – Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK), Said Aqil Siroj, menegaskan aksi pembakaran kitab suci Alquran yang politikus Swedia, Rasmus Paludan, di Stockholm, Swedia, pada 21 Januari 2023, adalah tindakan penistaan terhadap agama. Ia menilai, tindakan ini melukai hati umat Islam seluruh dunia dan menodai toleransi umat beragama, serta mencederai perdamaian dunia.

“Umat Islam dan ormas-ormas Islam di Indonesia mengutuk keras aksi pembakaran kitab suci Alquran yang dilakukan politisi Swedia Rasmus Paludan pada 21 Januari 2023 di Stockholm Swedia,” ujar Said Aqil dalam keterangan tertulis.

“Aksi Pembakaran Kitab Suci Al Quran adalah tindakan penistaan terhadap agama, yang melukai hati umat Islam seluruh dunia dan menodai toleransi umat beragama, serta mencederai perdamaian dunia,” ucap mantan Ketua Umum PBNU tersebut.

LPOI dan LPOK di bawah kepemimpinan Said Aqil menyerukan kepada semua pihak di seluruh dunia, khususnya kepada pemerintah Swedia dan Uni Eropa untuk menyetop aksi rasisme dan kebencian terhadap Islam.

“Tindak dengan tegas, seadil-adilnya semua pelaku tindakan penistaan agama, khususnya pelaku pembakaran kitab suci Alquran, agar tidak memicu dan mengundang gelombang konflik horisontal yang merugikan perdamaian” ujar Said Aqil, yang juga Pengasuh Pesantren Al Tsaqofah.

Said Aqil meyakini semangat spirit perdamaian dan toleransi menjadi pijakan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Uni Eropa.

“Uni Eropa dan Swedia khususnya harus lebih proaktif mendorong tumbuh berkembangnya toleransi dan perdamaian, serta membuat regulasi yang kuat dan menerapkannya agar tidak sering terjadi aksi penistaan terhadap agama,” tuturnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Ia menambahkan, pemahaman tentang keberadaan Islam yang ramah, damai, dan toleran harus disebarluaskan agar tidak ada phobia terhadap Islam. Itu karena menurutnya, Islam adalah agama perdamaian dan agama kemanusiaan.

Kepada Pemerintah Indonesia, LPOI & LPOK mendesak untuk lebih progresif bekerjasama dengan seluruh pihak di seluruh dunia untuk mempromosikan Islam Nusantara sebagai role model beragama yang ramah damai dan toleran, ditengah praktek Demokrasi.

“Optimalkan Diplomasi melalui berbagai jalur People to People Diplomacy, Business to Business Diplomacy, Government to Government Diplomacy untuk menunjukkan keberadaan praktik demokrasi di negara yang mayoritas berpenduduk muslim berjalan secara damai, kehidupan antar agama berjalan secara rukun dan harmoni dan untuk mencegah fobia terhadap Islam,” ujar Said Aqil.

Ia juga mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menggunakan otoritasnya dan menyampaikan sikap tegas.

“Atas nama bangsa Indonesia dan atas nama Umat Islam Indonesia, menyeru dengan keras stop rasisme dan kebencian terhadap Islam, tindak dengan tegas seadil-adilnya pelaku penistaan agama dan cegah terjadinya fobia terhadap Islam serta serukan kepada Uni Eropa agar segera membuat dan menegakkan regulasi dan komitmen terhadap toleransi dan perdamaian yang dijaga dengan Ketat,” tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini