Share

Bakar Alquran, Muhammadiyah: Rasmus Paludan Tak Boleh Injakan Kakinya di Indonesia!

Bachtiar Rojab, MNC Media · Senin 23 Januari 2023 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 23 337 2751363 bakar-alquran-muhammadiyah-rasmus-paludan-tak-boleh-injakan-kakinya-di-indonesia-gNYfdiw8WW.jpg Rasnus Paludan/AFP

JAKARTA – Negara di dunia mengecam aksi pembakaran Aquran oleh Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Swedia garis keras. Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia menjadi salah satu yang menyampaikan protes keras.

Sekretaris PP Muhammadiyah, Izzul Muslimin meminta Rasmus Paludan dihukum tidak boleh menginjakkan kaki di Indonesia. Pasalnya, tindakan Rasmus membakar Alquran melukai hati umat Islam.

 (Baca juga: Indonesia Kutuk Keras Pembakaran Alquran di Swedia, Kemlu RI: Melukai Toleransi Umat Beragama)

Ditambahkannya, sikap Rasmus yang mengundang gejolak kemarahan bagi negara-negara muslim perlu mendapatkan hukuman. Yang paling memungkinkan dilakukan pemerintah Indonesia, yakni memblacklist nama tersebut.

"Kalau Indonesia yang paling memungkinkan dilakukan adalah tidak atau menjadikan yang bersangkutan Persona Non Grata atau orang yang tidak bisa diterima datang ke Indonesia, dengan tindakan tindakannya yang bisa menimbulkan provokasi itu," ujar Izzul kepada MPI, Senin (23/1/2023).

Selain itu, dia juga meminta dunia internasional juga perlu menghukum Rasmus Paludan. Namun, terkait apa yang dilayangkan, perlu melewati perundingan terlebih dahulu antar negara-negara tersebut.

Follow Berita Okezone di Google News

"Kalau internasional, tentunya nanti ini harus ada kesepakatan di antara negara negara itu, hanya mungkin untuk kita di Indonesia posisinya yang paling memungkinkan adalah yang bersangkutan menjadi orang yang tidak bisa diterima di Indonesia," pungkasnya.

 Rasmus Paludan sendiri telah berulangkali terlibat dalam aksi pembakaran Alquran. Dia bahkan terlibat dalam pembakaran Alquran tahun lalu yang memicu kerusuhan selama berhari-hari di Norrköping, yang menyebabkan sejumlah korban terluka.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini