Share

Minta Pemerintah Kirim Nota Protes, MUI: Pembakaran Alquran Politikus Denmark Melanggar HAM!

Muhammad Farhan, MNC Portal · Senin 23 Januari 2023 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 23 337 2751330 minta-pemerintah-kirim-nota-protes-ke-denmark-mui-pembakaran-alquran-melanggar-ham-BP0YDjDAKD.jpeg Cholil Nafis. (Foto: MPI)

JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Cholil Nafis mengutuk aksi pembakaran Alquran yang dilakukan oleh oleh Politisi Partai Sayap Kanan ekstremis Denmark, Rasmus Paludan, di Swedia. Ia menilai tindakan tersebut secara jelas menghina umat Islam sehingga termasuk melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), yakni kebebasan beragama. 

Kiai Cholil menilai, pemerintah Indonesia harus mengirimkan nota protes ke Denmark atas tindakan politisinya tersebut. 

"Tindakan nota protes itu mewakili perasaan kita, umat Islam terbesar di dunia. Karena kitab suci itu bagian dari nilai moral yang dihina, ya pasti sakit lah," ujar Cholil melalui pesan suara kepada MPI, Senin (23/1/2023).

Baginya, nota protes itu juga sebagai bentuk meredam kemarahan umat Islam khususnya di Indonesia. 

"Untuk itu pemerintah perlu mengirimkan nota protes agar tidak memicu kemarahan umat Islam lebih lanjut. Apalagi merusak hubungan antar umat beragama termasuk kepada perwakilan Denmark yang ada di Indonesia," katanya. 

 Baca juga: Alquran Dibakar di Swedia, PKS: Sangat Keji, Lukai Hati Umat Islam Seluruh Dunia!

Lebih lanjut, Cholil juga menyoroti sikap Denmark yang membiarkan kegiatan pembakaran kitab suci umat Islam tersebut. Oleh karenanya, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu memandang, pemerintah Indonesia sudah sewajarnya segera bersikap. 

"Pemerintah harus mengirimkan nota protes ke pemerintahan Denmark, karena pelakunya itu politisi, bukan sembarang orang. Dan itu telah dilakukan berkali-kali," ujarnya. 

Untuk Diketahui, Rasmus Paludan, politisi anti-Islam, telah membakar salinan Alquran di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia, pada Sabtu. Dia melakukannya sebagai protes terhadap Islam dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Itu terungkap dari izin yang diberikan polisi setempat kepada Paludan untuk menggelar aksinya. 

Follow Berita Okezone di Google News

Paludan, warga Denmark dan Swedia, pernah mengadakan sejumlah demonstrasi di masa lalu di mana dia membakar Alquran. Aksi terbarunya menuai protes keras dari banyak negara Islam dan negara mayoritas muslim. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk keras otoritas Swedia karena mengizinkan Paludan membakar Alquran. 

"Kementerian Luar Negeri menegaskan posisi tegas Kerajaan menyerukan pentingnya menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi dan koeksistensi, serta menolak kebencian dan ekstremisme," kata kementerian itu dalam pernyataan yang diunggah di akun Twitter-nya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini