Share

Usut Kasus Suap di MA, KPK Periksa 2 Hakim dan Jaksa

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 17 Januari 2023 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 17 337 2747860 usut-kasus-suap-di-ma-kpk-periksa-2-hakim-dan-jaksa-gIyJYrxWZT.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Pengusutan kasus tersebut ditandai dengan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, hari ini. Sejumlah saksi yang diagendakan diperiksa hari ini meliputi jaksa dan hakim.

Adapun, para saksi yang diagendakan diperiksa hari ini yaitu, dua Asisten Hakim Agung yang juga merangkap sebagai Hakim Yustisial, Zaenal Arifin dan Rudie. Kemudian, Jaksa yang menjabat sebagai Kasi Terorisme pada Tindak Pidana Umum Kejati Jawa Timur, Edy Budiyanto.

Belum diketahui kaitan dua hakim dan satu jaksa tersebut dalam penyidikan perkara ini. Kendati demikian, keterangan para saksi tersebut dibutuhkan untuk sekaligus melengkapi berkas penyidikan tersangka Hakim Agung nonaktif Gazalba Saleh (GS) dan kawan-kawannya (dkk).

"Untuk penyidikan perkara dugaan suap pengurusan perkara di MA dengan tersangka GS dkk," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (17/1/2023).

Sedianya, dua Hakim Yustisial MA tersebut dijadwalkan diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Dua hakim tersebut diperiksa bersama seorang Wiraswasta Dadan. Sedangkan seorang jaksa, diagendakan diperiksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim).

Sebelumnya, KPK menduga banyak pihak yang terlibat dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di MA. KPK sedang mendalami keterlibatan pihak lain tersebut lewat pemeriksaan saksi. Diduga, tak sedikit pihak yang memberi maupun menerima suap terkait pengurusan perkara di MA.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan 13 tersangka terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Mereka yakni, dua Hakim Agung, Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh. Kemudian, dua Hakim Yustisial sekaligus Panitera Pengganti, Elly Tri Pangestu dan Prasetio Nugroho.

Follow Berita Okezone di Google News

Selanjutnya, Staf Gazalba Saleh, Redhy Novarisza (RN); empat PNS MA, Desy Yustria (DY), Muhajir Habibie (MH), Nurmanto Akmal (NA), dan Albasri (AB). Lantas, dua Pengacara, Theodorus Yosep Parera (TYP) dan Eko Suparno (ES). Terakhir, dua Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana, Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

Dalam perkara ini, Sudrajad, Elly, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Nurmanto Akmal, Gazalba, Prasetio, dan Albasri diduga telah menerima sejumlah uang dari Heryanto Tanaka serta Ivan Dwi Kusuma Sujanto. Uang itu diserahkan Heryanto dan Ivan melalui Pengacaranya, Yosep dan Eko Suparno.

Sejumlah uang tersebut diduga terkait pengurusan upaya kasasi di MA atas putusan pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana. Adapun, total uang tunai yang diserahkan oleh Yosep Parera dan Eko Suparno terkait pengurusan perkara tersebut yakni sekira 202 ribu dolar Singapura atau setara Rp2,2 miliar.

Uang tersebut kemudian dibagi-bagi kepada hakim serta pegawai MA. KPK sedang mendalami lebih detil rincian uang suap yang diterima para pegawai dan Hakim MA.

KPK kemudian mengembangkan kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di MA tersebut dan menetapkan satu tersangka lainnya. Adapun, tersangka baru hasil pengembangan kasus suap pengurusan perkara tersebut yakni, Hakim Yustisial Edy Wibowo (EW).

Edy ditetapkan sebagai tersangka karena diduga turut bermain perkara di MA. Adapun, perkara yang diurus Edy Wibowo terkait upaya kasasi kepailitan Yayasan Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar (PT SKM) yang sedang berproses di MA. Edy Wibowo diduga menerima suap sebesar Rp3,7 miliar terkait pengurusan perkara tersebut.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini