Share

Pagelaran Wayang Orang Pandowo Boyong Digelar Malam Ini, Pemerannya Panglima TNI dan Kapolri

Rizky Syahrial, MNC Media · Minggu 15 Januari 2023 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 15 337 2746656 pagelaran-wayang-orang-pandowo-boyong-digelar-malam-ini-pemerannya-panglima-tni-dan-kapolri-t5NzZt4TEw.jpg Pagelaran wayang orang Pandowo Boyong (Foto: IG @tni_angkatan_laut)

JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) akan menggelar perhelatan wayang orang dengan judul 'Pandowo Boyong' di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (15/1/2023) malam.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memperingati hari Dharma Samudera yang jatuh setiap tanggal 15 Januari.

BACA JUGA:3 Aksi Kriminal Pecatan TNI, Nomor 1 Edarkan Narkoba 

Ia menambahkan, kegiatan ini melibatkan Pejabat Utama TNI AL, TNI AD, TNI AU, dan Polri, serta 450 prajurit TNI AL, juga dengan Laskar Indonesia Pusaka (LIP) dan grup wayang orang Bharata.

"Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari Dharma Samudera TNI Angkatan Laut, yang jatuh setiap tanggal 15 Januari," ujarnya dalam keterangan tertulis.

BACA JUGA:Danrem: TNI-Polri Akan Tangkap Dua Gembong Bersenjata di Oksibil 

Julius menuturkan, pagelaran wayang orang ini merupakan ide dari Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono yang saat itu masih menjabat sebagai Kasal.

"Menceritakan tentang Lakon Pandawa Boyong di mana ketika lima orang ksatria bersaudara boyongan (pindah) dari Alengka yang dikuasai Kurawa ke Astinapura. Kepindahan itu untuk memerdekakan diri dari kekuasaan Kurawa," katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Ia menjelaskan, pagelaran seni budaya ini menampilkan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono yang berperan sebagai tokoh Bima Sena, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Prabu Puntadewa.

Kemudian, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai Batara Baruna, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Batara Brama, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai Eyong Abayasa, dan Ketua Umum Dharma Pertiwi Vero Yudo Margono sebagai Dewi Nagagini.

Dari pagelaran tersebut, Julius menuturkan makna dalam cerita ini dapat menjadi pesan moral untuk masyarakat agar lebih memahami, menghayati, serta mengamalkan Pancasila.

"Makna yang terkandung dalam cerita boyongnya Pandawa ke Astina menjadi pesan moral masyarakat agar lebih memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila," kata dia.

Dalam pagelaran wayang orang ini, selain menampilkan Pejabat Utama TNI dan Polri, pagelaran ini juga melibatkan artis Tanah Air.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini