Share

Humor Gus Dur: Alasan Rapat Gunakan Bahasa Arab

Tim Okezone, Okezone · Kamis 12 Januari 2023 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 11 337 2744411 humor-gus-dur-alasan-rapat-gunakan-bahasa-arab-klCHU26lo9.jpg Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)

JAKARTAPresiden ke-RI KH. Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini ditujukan untuk membuat orang tertawa dan melupakan sejenak ketegangan politik pada kala itu.

Salah satunya adalah kisah kiai menghadapi intelijen pemerintah orde baru yang ditulis oleh Rijal Mumaziq di tulisan berjudul ‘Strategi Kontra Intelijen Para Kiai’.

Alkisah, di zaman Orde Baru, Gus Dur sebagai Ketua PB NU sering dikuntit intel pemerintah karena Gus Dur tergolong tokoh yang kritis terhadap pemerintah. Gus Dur berdoa semoga tidak benar-benar dihabisi oleh rezim saat itu.

 BACA JUGA: Humor Gus Dur: Ketika Istri Pejabat Ditanya, 'Do You Like Salad, Madame?'

Pada Muktamar NU di Situbondo, saat NU memutuskan kembali ke khittahnya, para intel berkeliaran di arena muktamar. Bahkan para agen pemerintah menyusup masuk ke ruang-ruang sidang, memata-matai setiap pembicaraan para kiai.

 BACA JUGA: Humor Gus Dur: Alasan Kocak Tidak Mau Naik Mobil Herbert Feith

Dalam sebuah rapat penting yang dihadiri oleh para kiai yang membahas tentang Pancasila, tiba-tiba Gus Dur meminta KH. Prof. Tolchah Mansoer dan KH. Achmad Siddiq agar memimpin sidang dan berpidato menggunakan bahasa Arab.

Kiai Tolchah dan Kiai Achmad yang belum paham sepenuhnya maksud Gus Dur segera memimpin rapat menggunakan bahasa Arab. Rapat berjalan mulus karena para kiai yang hadir memahami bahasa Arab.

Follow Berita Okezone di Google News

Usai rapat, Kiai Tolchah Mansoer pun bertanya kepada Gus Dur mengenai hal tadi.

“Mas, rapat kita di dalam tadi itu diawasi oleh intelnya pemerintah, makanya sampeyan saya suruh berbahasa Arab. Mengapa? Karena intelnya pemerintah itu intel kepet (abangan) yang nggak bisa bahasa Arab..hehehe,” terangnya.

Di kisah lain, dalam buku ‘Belajar dari Kiai Sahal’, diceritakan kisah bagaimana cara Kiai Sahal menghadapi jaringan telik sandi pemerintah.

Alkisah di suatu acara besar yang digelar selama beberapa hari, Kiai Sahal selalu rutin diantar jemput oleh seseorang bertubuh tegap memakai sepeda motor.

“Wah, njenengan enak ya kiai. Ke sana-kemari ada yang ngantar pakai sepeda motor!” kata beberapa sahabat Kiai Sahal yang melihatnya diantar naik motor.

“Lha, enak gimana, wong itu intel-nya Kodim,” jawab Kiai Sahal.

Dalam beberapa kali bahtsul masail di MWCNU Margoyoso Pati, ada pihak intel yang mengawasi dengan menyaru sebagai kiai maupun santri.

Kiai Sahal membuka acara, mempersilahkan sambutan beberapa pihak, memulai diskusi fiqh sebagai pengantar, sampai menunggu intelnya menyingkir pulang.

Setelah si intel pulang, barulah bahtsul masail sebenarnya dimulai dan dijalankan dengan serius.

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini