Share

Sudah 67,3 Ton Garam Ditabur untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jakarta Hingga Jatim

Binti Mufarida, MNC Portal · Rabu 11 Januari 2023 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 11 337 2744288 sudah-67-3-ton-garam-ditabur-untuk-antisipasi-cuaca-ekstrem-di-jakarta-hingga-jatim-OFOypAkmqF.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 67,3 ton garam atau NaCl telah ditabur untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Sebelumnya, diketahui pemerintah telah melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) sejak 26 Desember 2022 dan dijadwalkan sampai 15 Januari 2023 mendatang. Operasi TMC ini dilakukan kerjasama BNPB dengan BMKG, BRIN, dan TNI AU.

“Memang kita di sejak tanggal 26 Desember itu, kita sudah melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca kerjasama dengan BMKG, BRIN, dan didukung oleh perangkat dari TNI AU, ada beberapa pesawat CASA yang kita gunakan,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dikutip keterangannya, Rabu (11/1/2023).

Aam sapaan akrab Abdul Muhari mengatakan awalnya operasi TMC ini hanya dilakukan di Banten, Jawa Barat, dan Jakarta untuk mengantisipasi cuaca ekstrem pada saat periode Natal dan Tahun Baru 2023.

“Awalnya itu kita operasinya Banten, Jawa Barat, dan DKI. Jadi memang memastikan kegelisahan saat Tahun Baru, kita pastikan untuk dioptimalkan teknologi modifikasi cuaca ini,” katanya.

Aam menjelaskan modifikasi cuaca ini dalam konteks menurunkan terlebih awal hujannya. “Jadi pergerakan awan ini kadang-kadang menggumpal, kadang-kadang makin besar sehingga kalau itu turun hujan awannya sudah sangat pekat mungkin intensitas lebih tinggi, jadi kita turunkan.”

“Jadi awan-awan ini akan bergerak dibawa oleh angin ke daerah-daerah Pantura Jawa, begitu sampai di selat Sunda kita turunkan di lautnya, sehingga begitu sampai di Jakarta sudah sedikit,” katanya.

Aam mengatakan operasi TMC di wilayah Jawa Barat dan Jakarta dapat diklaim berhasil. Namun, untuk wilayah Jawa Tengah operasi TMC cukup terlambat mengingat dampak banjir akibat cuaca ekstrem terjadi cukup luas melanda Jawa Tengah.

“Di periode Nataru mungkin kita kalau misalkan kita klaim kita cukup berhasil di Jawa Barat dan DKI, tetapi mungkin kita sedikit terlambat untuk memulai di Jawa Tengah, sehingga ini yang kemudian eskalasi dampaknya bencananya cukup besar,” kata Aam.

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, kata Aam, saat ini masih berjalan operasi TMC di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Kita juga sudah dorong di Minggu pertama ini di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan ini akan terus berjalan sampai nanti paling tidak untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur sampai tanggal 15 Januari.”

“Tentu saja akan menyesuaikan kondisi kalau misalkan eskalasinya masih menimbulkan dampak banjir yang tidak dapat ditampung oleh sistem drainase atau DAS kita dibawah maka itu akan menyesuaikan,” tambahnya.

Khusus untuk Sulawesi Selatan, Aam mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. “Kita akan melihat kembali prediksi cuaca satu minggu kedepan, tapi yang pasti permintaan itu sudah dilontarkan oleh pemerintah provinsi untuk dukungan TMC ini kalau memang prakiraan cuacanya akan membawa hujan dengan intensitas tinggi maka TMC akan dilakukan.”

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini