Share

Kisah Pangeran Sambernyowo yang Tebas 600 Pasukan Belanda

Destriana Indria Pamungkas, MNC Portal · Sabtu 10 Desember 2022 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 337 2724236 kisah-pangeran-sambernyowo-yang-tebas-600-pasukan-belanda-Uen1LyuyUz.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA- Kisah Pangeran Sambernyowo yang tebas 600 pasukan Belanda akan menjadi informasi menarik untuk diketahui. Sebelum merdeka, Indonesia telah mengalami sejarah panjang.

Banyak tokoh-tokoh pahlawan rela bertaruh nyawa demi mempertahankan Nusantara dari jajahan Kompeni Belanda. Salah satunya adalah kisah Pangeran Sambernyowo.

Begini kisah Pangeran Sambernyowo yang tebas 600 pasukan Belanda ini memiliki nama panggilan Raden Mas Said atau Mangkunegoro I melakukan peperangan besar di Hutan Seto Kepyak, Rembang, sekitar tahun 1756.

Kala itu, Pangeran Sambernyowo yang berusia 30 tahun dikejar oleh 2 datasemen VOC yang dipimpin oleh Kapten Van der Pol dan Kapten Beimen. Selain itu, disebutkan juga sejumlah pasukan Mataram Danureja, Raden Ronggo, pasukan kesultasan, tentara mancanegara, dan prajurit Jawa Bugis serta Bali, truut mengejarnya.

Dikepung lebih dari 1.000 pasukan musuh membuat pasukan Pangeran Sambernyowo kehilangan semangat. Beruntung, Pangeran Sambernyowo masih tegar dan mampu membangkitkan semangat para prajuritnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Pada pertempuran tersebut, terdapat sebuah kisah yang unik. Saat itu Pangeran Sambernyowo dan prajuritnya tengah beristirahat di sebuah gubuk kecil di tengah perkambungan daerah Rembang.

Lalu ia disuguhi sebuah bubur jenang katul oleh Mbok Rondo, si penghuni gubuk. Pangeran Sambernyowo pun tak segan menyantap bubur tersebut. Padahal, di luar sana pasukan Kompeni sudah mulai menyebar dan mengepung kampung.

Bubur jenang katul yang disuguhkan masih panas, namun Pangeran Sambernyowo menyendoknya dari bagian tengah dan langsung memakannya. Melihat hal tersebut, Mbok Rondo mengatakan “Pangeran, jika memakan bubur jenang katul seperti itu tentu akan sangat panas. Namun, jika memakannya dari pinggir dan terus memutar, ketika sampai di tengah sudah dingin.”

Mendengar ucapan Mbok Rondo, Pangeran Sambernyowo pun tertegun dan merenunginya. Tak lama, Pangeran Sambernyowo pun keluar gubuk dan bergerak ke luar kampung.

Pangeran Sambernyowo pun membasmi para Kompeni dari arah tepian melingkar hingga tengah, seperti yang diajarkan Mbok Rondo saat dirinya makan bubur jenang katul.

Dengan pedang tajamnya, Pangeran Sambernyowo berhasil membunuh komandan pasukan Kompeni yakni Kapten Van der Pol. Pada perang tersebut, Pangeran Sambernyowo juga berhasil menghabisi 600 musuh, sedangkan dari pihaknya hanya 3 orang yang tewas.

Selain itu, pasukannya berhasil merampas 120 kuda, 140 pedang, 160 karabin, dan 130 piston serta perlengkapan militer lainnya. Bahkan kepala Kapten Van der Pol ia bawa pulang untuk dipersembahkan kepada Mbok Ajeng Wiyah sebagai penepatan janji jika Pangeran Sambernyowo sungguh-sungguh ingin meminangnya.

Demikian Kisah Pangeran Sambernyowo yang tebas 600 pasukan Belanda.

 (RIN)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini