Share

Jelang Jam 9 Pagi, Aksi Teror Itu Terjadi

M Budi Santosa, Okezone · Jum'at 09 Desember 2022 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 337 2723746 jelang-jam-9-pagi-aksi-teror-itu-terjadi-uSE6SXXhvG.jpg M Budi Santosa. (Foto: Okezone)

DUAR! Suara ledakan keras terdengar dari markas Polisi Astana Anyar, Bandung, Rabu (7/12/2022). Semburat darah, pecahan kaca, dan lontaran paku menjadi tanda telah terjadi ledakan bom. Waktu menunjukkan jam 9 pagi kurang. Polisi sedang melakukan apel pagi.

Satu Polisi bernama Aiptu Sofyan Didu gugur. Belasan Polisi terluka. Satu korban tewas lainnya adalah Agus Sujatno alias Abu Muslim, yang menurut Polisi, adalah pelaku bom bunuh diri. Agus adalah jebolan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan dengan kasus terorisme.

Berkaca pada kejadian bom bunuh diri di Astana Anyar, Bandung, maka sepatutnya semua pihak melakukan refleksi dan evaluasi terkait masih maraknya aksi-aksi teror. Harus dipahami bahwa terorisme adalah musuh semua agama. Tidak ada tempat bagi terorisme di muka bumi ini. Dan, terorisme juga tidak bisa disematkan pada satu agama tertentu aja.

Program pemerintah terkait deradikalisasi juga harus menyentuh semua unsur. Pemerintah harus mengajak organisasi massa keagamaan untuk ambil peran aktif. Sebagi contoh, di Islam ada ormas Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Dua ormas Islam terbesar ini memiliki jaringan untuk terus menyuarakan gerakan antiradikalisme, gerakan Islam rahmatan lil alamin. Lembaga-lembaga pendidikan dan pesantren bisa jadi jalur untuk menanamkan sikap keberagamaan yang moderat dan toleran. Termasuk juga simpul-simpul ekonomi umat dapat terus digunakan untuk memberdayakan. Jangan sampai karena alasan ekonomi, mereka lari menjadi seorang yang radikal dan akhirnya menebar teror bukan menebar kebaikan.

Program Deradikalisasi juga harus simultan dan terintegrasi, terutama bagi mereka yang sudah dipenjara karena aksi terorisme. Deradikalis harus dimulai saat mereka di penjara dan saat mereka bebas kelak. Pendekatan humanis bisa dikedepankan. Ajak pakar Sosiologi dan Psikologi untuk melakukan treatment humanis kepada mereka. Satu lagi adalah, jangan biarkan mereka kembali ke komunitas lama yang merupakan sel-sel jaringan terorisme.

Teroris juga manusia. Sentuh rasa kemanusiaan mereka. Ajak untuk mereka untuk menggapai kebahagian di dunia dan akherat dengan menebar kebaikan, menebar kasih sayang, bukan menebar kebencian dan aksi teror. Kalangan agamawan harus berkolaborasi dengan unsur-unsur lainnya, termasuk dunia usaha dan aparat keamanan.

Akhirnya, kita semua berharap agar aksi teror bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, tidak akan terulang di masa depan dan di tempat lain. Selain pendekatan keamanan, maka pendekataan keagamaan dan humanis bisa jadi pelengkap utama mencegah aksi teror. Kita mendambakan negeri yang aman, nyaman, dan zero aksi teror. Menjadi kewajiban kita semua untuk merengkuhnya. Semoga.

Follow Berita Okezone di Google News

(rhs)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini