Share

Gunung Semeru Daerah Suci dan Rumah Para Dewa Sejak Kerajaan Kediri

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 09 Desember 2022 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 337 2723548 gunung-semeru-daerah-suci-dan-rumah-para-dewa-sejak-kerajaan-kediri-lrn0YtzZT4.jpg Gunung Semeru (Foto: Antara)

JAKARTA - Sejarah Gunung Semeru dan Lumajang tak bisa dilepaskan dari masa Kerajaan Kediri. Pasalnya sejak era Kediri atau Panjalu Gunung Semeru dan wilayah Lumajang sudah menjadi daerah suci yang membuat satu rajanya Kameswara memutuskan melakukan perjalanan spiritual ke Gunung Semeru yang ada di Lumajang.

Nama Lumajang yang dulu bernama Lamajang juga banyak disebut dalam kitab-kitab kuno seperti Kakawin Negarakertagama dan Pararaton. Pada kitab itu disebutkan Lamajang memiliki arti penting di masa Kerajaan Majapahit awal dan kedudukan dari Arya Wiraraja.

Di sanalah Arya Wiraraja mendapat bagian tanah Jawa bagian timur dengan nama Lamajang Tigang Juru sampai pada masa Majapahit di zaman Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Dikutip Dikuti "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru : Menafsir Ulang Sejarah Majapahit Timur" karangan Mansur Hidayat, pada Babad Tanah Jawi menyebutkan peranan penting Lamajang yang sudah berganti nama menjadi Lumajang pada abad 17.

Nama Lumajang atau Lamajang sendiri memiliki dua arti mendasar, bersifat spiritual dan material. Secara spiritual nama Lamajang berarti Luma (rumah) dan Hyang (Dewa) yang berarti rumahnya para dewa atau rumah yang suci. Di samping itu ada pendapat yang menyatakan bahwa Lamajang berasal dari Lemajang atau Lemah (bumi) dan Wejang (ajaran) yang berarti daerah tempat belajar.

Baca juga: Daftar Raja Kerajaan Kediri, Ada yang Bawa Kejayaan hingga Dimusuhi Tokoh Agama

Di masa Kerajaan Kediri, Lamajang menjadi daerah penting, Raja Kameswara bagian pernah melakukan perjalanan spiritual ke Gunung Semeru, pada tahun 1182 Masehi. Di sinilah sejumlah tempat-tempat dibangun oleh Kerajaan Kediri demi memfasilitasi pelaksanaan ritual-ritual keagamaan ke Gunung Semeru, yang dianggap suci.

Baca juga: Kisah Penculikan Wanita Cantik yang Buat Murka Kerajaan Kediri

Follow Berita Okezone di Google News

Hubungan antara Kerajaan Kediri dengan Lamajang terlihat pada Prasasti Tesirejo dan Arca Lembu Nandini yang ditemukan di Desa Kertosari. Pada Prasasti Tesirejo berbunyi Kaya Bhumi Sasi Iku yang artinya seperti bumi bulan itu. Namun kalimat sebenarnya adalah candra sengkala yang bernilai 1113 Saka atau 1191 Masehi.

Adanya prasasti ini dapat diartikan bahwa para petinggi Kerajaan Kediri dalam rangka kunjungan ritual keagaamannya ke Gunung Semeru telah mendirikan suatu tempat yang bisa digunakan sebagai peristirahatan untuk mendaki, Gunung Semeru.

Selanjutnya di masa Kerajaan Singasari, Lamajang juga masih menjadi daerah penting. Konon keberadaan Candi Gedong Putri yang diperkirakan sebagai reruntuhan bangunan kuno yang merupakan kompleks permukiman yang lebih luas dan ditempati oleh bangsawan dengan kota pendukungnya.

Hal ini dibuktikan pula dengan sebuah arca yoni hanh sangat indah dan halus sekali buatannya dengan luasnya kompleks yang ada di situs ini. Oleh karena itu, daerah Candipuro yang subur ini sangat cocok untuk suatu pusat perkotaan bagi Kerajaan Singasari, sehingga dapat mengeksplorasi maupun mengontrol kekayaan alam di Lamajang.

Prasasti Mula Malurung juga merupakan bukti otentik yang perlu ditafsirkan untuk melukiskan pengaruh Singasari di Lamajang. Prasasti yang dikeluarkan oleh anak Raja Anusapati yaitu Raja Wisnuwardhana ini dikeluarkan pada tahun 1225 Masehi, yang salah satu isinya merupakan pengangkatan anak sang Maharaja Sminingrat (Wisnuwardhana), yaitu Nararya Kirana menjadi juru atau raja bawahan di Lamajang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini