Share

Waspada! Ini Daerah Rawan Zona Patahan Cugenang Pemicu Gempa Cianjur

Inin Nastain, Koran Sindo · Jum'at 09 Desember 2022 03:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 337 2723522 waspada-ini-daerah-rawan-zona-patahan-cugenang-pemicu-gempa-cianjur-U2VW4TsZqw.jpg Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menemukan adanya patahan aktif sebagai pemicu gempa di Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Atas temuan itu, BMKG telah melaporkan kepada pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah (Pemda) setempat, untuk dijadikan pedoman saat menentukan tata ruang. Patahan aktif itu terdapat di daerah Cugenang.

“Jalur patahan aktif yang mengakibatkan gempa Cianjur, baru saja kita temukan. Dan zonanya, dari mana sampai ke mana, desa-desa mana saja yang dilewati, itu sudah bisa terpetakan. Sehingga hasil ini sudah kami sampaikan sebagai rekomendasi ke pemerintah daerah untuk dijadikan sebagai zona yang harus dikosongkan untuk pemukiman,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers daring, Kamis (8/12/ 2022).

 

Kendati demikian, dia menjelaskan, lokasi patahan aktif itu masih bisa digunakan untuk dimanfaatkan pada sektor lain. Konservasi, salah satu hal yang bisa dilakukan di lokasi itu.

“Masih bisa tetap dimanfaatkan, tapi mohon rumah-rumah tidak dibangun di zona tersebut. Panjangnya sekitar 8 sampai 9 kilometer lebarnya sekitar 300 hingga 500 meter. Sudah dihitung berapa rumah yang harus dipindahkan oleh Dirjen PUPR bersama dengan BNPB dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara, berdasarkan zona bahaya itu, BMKG merekomendasikan untuk dilakukan relokasi di areal sekitar 8,09 km2 dengan hunian lebih kurang 1.800 rumah. Daerah yang berada di zona bahaya patahan geser Cugenang meliputi sebagian Desa Talaga, Sarampad, Nagrak, dan Cibulakan.

"Penemuan ini (zona bahaya patahan geser) sangat vital dalam mendukung pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak," ujarnya.

BACA JUGA:BMKG: Patahan Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur Selama Ini Belum Teridentifikasi 

Follow Berita Okezone di Google News

(Ari)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini