Share

Mengaku Jadi Perempuan, Pria Ini Tipu Puluhan Orang dengan Modus Video Call Seks

Binti Mufarida, MNC Portal · Kamis 08 Desember 2022 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 337 2723369 mengaku-jadi-perempuan-pria-ini-tipu-puluhan-orang-dengan-modus-video-call-seks-4KcfHQPlop.jpg Kasatreskrim Polres Tangerang Kompol Zamrul Aini (foto: MPI)

TANGERANG - Seorang pria berinisial B (22) harus berurusan dengan polisi karena diduga melakukan penipuan dan pemerasan. Tersangka menipu korbannya yang menggunakan aplikasi Mi-Chat dengan modus video call seks (VCS).

Kasatreskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini menjelaskan, bahwa pelaku mengaku sebagai wanita kepada para korban. Adapun saat beraksi, pelaku menggunakan video porno untuk mengelabuhi korban, seolah video tersebut adalah pelaku yang sedang berinteraksi.

"Pelaku ini sebenarnya menggunakan video porno, untuk ditunjukkan kepada korban. Seolah-olah korban sedang berinteraksi dengan pelaku, padahal sebenarnya itu video orang lain," kata Zamrul, Kamis (8/2/2022).

Pelaku lalu menggunakan kesempatan tersebut untuk memeras korban. Saat tengah melakukan panggilan video, pelaku melakukan screenshot wajah korban. Sehingga terlihat bahwa korban melakukan perbuatan asusila lewat video call.

Baca juga: Video Call Pamer Alat Vital dengan Istri Orang, Pemuda Ini Ditangkap

"Foto korban ini digunakan pelaku untuk memeras dan mengancam korban. Foto korban akan disebarkan pada keluarga korban karena sudah ada profil korban di Facebook," lanjutnya.

Baca juga: Diduga Oknum DPRD, Polisi Segera Panggil Pelaku Video Call Seks

Berdasarkan keterangan pelaku, jumlah uang yang dia ambil dari para korban sudah mencapai ratusan juta rupiah dari sekitar 50 korban. Pelaku juga sengaja menggunakan aplikasi Mi-Chat karena aplikasi tersebut sering digunakan untuk kegiatan pornografi.

"Sengaja lewat aplikasi ini, karena sering digunakan untuk kegiatan pornografi. Pelaku sudah meraup keuntungan ratusan juta dari hasil menipu ini," terang Zamrul.

Atas kasus ini, tersangka dijerat dengan Pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 1 dan pasal 27 ayat 4 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp1 miliar.

Follow Berita Okezone di Google News

(fkh)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini