Share

5 Fakta Gempa Bumi Magnitudo 5,8 Sukabumi, Berpusat di Darat seperti Gempa Cianjur

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 09 Desember 2022 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 337 2723356 5-fakta-gempa-bumi-magnitudo-5-8-sukabumi-berpusat-di-darat-seperti-gempa-cianjur-MtxHMv2U9F.jpg Ilustrasi/Foto: Okezone

JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan M5,8 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, pada pukul 07.50.57 WIB, Kamis (8/12/2022). Berikut fakta-fakta terkait dengan gempa besar yang mengguncang Sukabumi.

1. Berpusat di darat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa dahsyat yang mengguncang Sukabumi terjadi di darat. Tepatnya pada kedalaman 122 km. Gempa ini terletak pada koordinat 7,09° LS ; 106,95°.

2. Tergolong gempa menengah

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Daryono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi di Sukabumi ini merupakan jenis gempa bumi menengah.

3. Akibat patahan Lempeng Indo-Australia

Selain itu, Daryono pun mengungkapkan bahwa gempa Sukabumi ini terjadi akibat dari adanya deformasi/patahan batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang populer disebut sebagai gempa intraslab atau gempa Benioff.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Daryono.

Follow Berita Okezone di Google News

4. Gempa tidak berpotensi tsunami

Gempa tersebut dirasakan di daerah Rancaekek dengan skala intensitas IV MMI, daerah Cianjur, Lembang, Bogor, Bandung, Pangandaran, Padalarang, Pamoyanan, dan Sumedang dengan skala intensitas III MMI. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

5. Masyarakat diimbau tak terpengaruh hoaks

BMKG mengimbau masyarakat sekitar gempa untuk tetap tenang dan menghingari bangunan yang retak atau rusak. Selain itu, BMKG juga meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tulis BMKG dalam keterangannya, Kamis.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini