Share

3 Kisah Polisi yang Gugur Saat Menjalankan Tugas, Aipda Sofyan Jadi Korban Bom Bunuh Diri Bandung

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 09 Desember 2022 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 337 2723112 3-kisah-polisi-yang-gugur-saat-menjalankan-tugas-aipda-sofyan-jadi-korban-bom-bunuh-diri-bandung-POpktwS0xT.jpg Aipda Sofyan gugur saat ledakan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar (Ist)

PROFESI polisi dibutuhkan sebuah negara untuk menegakkan hukum, menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, serta mengayomi masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, seorang polisi harus siap menghadapi segala kemungkinan terburuk, termasuk kehilangan nyawa.

Berikut beberapa kisah polisi yang gugur saat menjalankan tugas , sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber pada Jumat (9/12/2022) :

1. Polisi Gugur dalam Aksi Bom Bunuh Diri di Bandung

 

Aksi bom bunuh diri terjadi di Markas Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, pada Rabu (7/12/2022). Ketika itu, jajaran Polsek Astana Anyar tengah menggelar apel pagi.

Lalu, seorang lelaki masuk ke kawasan Polsek. Sambil mengacungkan senjata tajam, lelaki itu menerobos barisan apel pagi polisi. Sekitar pukul 08.20 WIB tiba-tiba terjadi ledakan yang diduga berasal dari bom bunuh diri. Pelaku dilaporkan tewas di tempat dalam kondisi mengenaskan.

Diketahui, pelaku adalah mantan narapidana terorisme bernama Agus Muslim. Akibat ledakan bom tersebut, sejumlah polisi mengalami luka-luka. Seorang polisi, yakni Aipda Sofyan, meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dialaminya.

2. 2 Polisi Gugur saat Tragedi Kanjuruhan

Tragedi terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022) akibat kerusuhan yang diperparah dengan tembakan gas air mata. Pertandingan antara Arema dan Persebaya malam itu dipenuhi oleh penonton dari kandang sendiri tanpa dihadiri suporter lawan.

Follow Berita Okezone di Google News

Saat hasil pertandingan membuahkan kekalahan di pihak Arema, sejumlah suporter Arema memasuki lapangan setelah peluit panjang berbunyi. Petugas keamanan menghalau suporter yang menyerbu lapangan dengan gas air mata, termasuk menembakkannya ke arah tribun. Penonton pun panik dan berdesakan untuk keluar stadion.

Akibat kejadian ini, lebih dari 130 orang tewas, termasuk dua anggota polisi yang bertugas dalam pengamanan. Mereka adalah Briptu Fajar Yoyok Pujiono dari Polsek Dongko dan Bripka Andik Purwanto dari Polsek Sumbergempol, yang bertugas mengamankan bagian tribun selatan stadion.

3. 5 Polisi Gugur dalam Tragedi Mako Brimob

Dipicu oleh amukan seorang narapidana terorisme yang belum juga menerima makanan yang dititipkan keluarga kepada salah seorang petugas, para napi teroris melakukan perlawanan kepada aparat. Tidak saja berhasil menguasai tiga blok sel dan 30 pucuk senjata, para narapidana teroris itu juga menyandera enam polisi.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (8/5/2018), malam hari. Dari enam polisi yang disandera, lima di antaranya meninggal dunia. Sebagian besar dari korban tewas di pihak polisi mengalami luka yang sangat dalam di bagian leher akibat senjata tajam.

Kelima polisi gugur adalah Bripda Syukron Fadhli, Ipda Yudi Rospuji, Briptu Fandy, Bripka Denny, Bripda Wahyu Catur Pamungkas, yang masing-masing diberi pangkat anumerta. Dalam peristiwa itu, seorang narapidana juga tewas akibat tembakan. (Litbang MPI/Rahmi Rizal)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini