Share

Ketua RT di Rumah Ferdy Sambo Jelaskan soal CCTV Pos Satpam Tersambar Petir

Ari Sandita Murti, MNC Portal · Kamis 08 Desember 2022 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 337 2723012 ketua-rt-di-rumah-ferdy-sambo-jelaskan-soal-cctv-pos-satpam-tersambar-petir-16VKklQPOU.jpg Foto: Antara

JAKARTA-Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan keterangan Seno yang merupakan Ketua RT di rumah dinas Ferdy Sambo, Komplek Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Dalam BAP yang dibacakan JPU itu, ada sejumlah poin yang disampaikan oleh Ketua RT Seno, salah satunya terkait CCTV Pos Satpam Komplek Polri yang sempat tersambar petir.

"Perawatan dan perbaikan terakhir pada CCTV (di Pos Satpam dekat rumah dinas Sambo) pada Januari 2022 diakibatkan sambaran petir,โ€ ujar jaksa dalam sidang dugaan kasus Obstruction of Justice kematian Brigadir J dengan terdakwa Arif Rachman Arifin pada Kamis (8/12/2022).

โ€œSaat itu telah dilakukan penggantian DVR menggunakan dana swadaya dari warga," sambung JPU.

ย (Baca juga: Ferdy Sambo Panik Ditelefon Putri Candrawathi yang Menangis Usai 'Dilecehkan' di Magelang)

Seno mengetahui ataupun menerima laporan mengenai penggantian CCTV Komplek Polri Duren Tiga, pada 9 Juli 2022,

Sementara, di hari Senin setelah saksi mengetahui terdapat penembakan yang terjadi di Komplek Polri Duren Tiga melalui berita di media. Seno lalu menghubungi Satpam yang melaksanakan piket pada tanggal 8 Juli kala itu, yakni Marjuki dan Zapar tuk menanyakan tentang kejadian dan CCTV pada tanggal 8 Juli 2022.

"Saudara Marjuki menjelaskan secara sekilas DVR CCTV diganti orang tak dikenal pada 9 Juli 2022. Pada tanggal 12 Juli 2022 pukul 07.30 WIB, Marjuki dan Zapar datang ke tempat tinggal saksi (Seno) untuk menjelaskan, pada 9 Juli ada 3-5 orang datang mengaku sebagai anggota polisi ke Pos Satpam Komplek Polri Duren Tiga, tapi tak memberitahukan di mana bertugas dan tak memberikan nama, lalu mereka mengganti DVR CCTV yang ada dengan yang baru," tuturnya.

Follow Berita Okezone di Google News

"Saksi menjelaskan, penggantian DVR CCTV dilakukan tanpa izin dari saksi selaku Ketua RT dan saksi baru mengetahui penggantian DVR CCTV pada tanggal 11 Juli 2022," kata JPU lagi membacakan keterangan Seno.

Dalam keterangan Seno yang dibacakan JPU, CCTV dan DVR yang terdapat di RT 05/01, termasuk yang ada di pos Satpam sejatinya milik warga RT 05/01. Pasalnya, CCTV dan DVR tersebut dibeli oleh uang dari hasil iuran warga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini