Share

Ucapan Permintaan Maaf Gajah Mada Usai Dinyatakan Bersalah saat Perang Bubat

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 08 Desember 2022 06:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 337 2722822 ucapan-permintaan-maaf-gajah-mada-usai-dinyatakan-bersalah-saat-perang-bubat-MOjBuW0QXU.jpeg Gajah Mada ucapkan permintaan maaf usai Perang Bubat. (MNC Portal)

PERANG Bubat menjadi petaka bagi mimpi Mahapatih Majapahit Gajah Mada kala itu. Ambisinya untuk menaklukkan Kerajaan Sunda dengan perkawinan politik sang atasannya Hayam Wuruk kandas. Hal itu justru berbuah petaka dan menjadi perang menewaskan hampir seluruh rombongan Sunda.

Kekecewaan pun muncul di benak raja Hayam Wuruk saat melihat calon mempelainya meninggal bunuh diri. Ia tak kuasa menahan sedihnya sehingga mempertanyakan strategi mahapatihnya jadi pemicu utama.

Gajah Mada pun menjadi bulan-bulanan pejabat di negeri Majapahit kala itu. Namun, Hayam Wuruk sang raja muda sebenarnya tak ingin menangkap Gajah Mada. Earl Drake, pada bukunya "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit", mengisahkan Gajah Mada menjadi orang yang dicari dan diburu di istana Majapahit.

Namun, Gajah Mada kukuh kebijakannya selalu mensyaratkan agar setiap raja kecil mengakui kedudukan mereka sebagai bawahan Majapahit sebelum nantinya menikmati hak-hak istimewa sebagai anggota imperium.

Jika Raja Sunda tak sudi menerima ketentuan itu, sudah seharusnya ia tidak menerima lamaran terhadap putrinya dan tidak pula berlayar ke Majapahit bersama rombongan besar, seolah-olah pernikahan itu melibatkan pihak-pihak yang sederajat.

Follow Berita Okezone di Google News

Akan tetapi, dengan latar belakang ini, Gajah Mada mengakui bahwa sudah seharusnya ia terlibat dalam perundingan perkawinan tersebut sejak awal untuk meluruskan segala kesalahpahaman, jauh sebelum rombongan pengantin berlayar dari Sunda.

Keraton Majapahit kemudian menyimpulkan ada beberapa orang yang bersalah dalam menangani urusan pernikahan tersebut. Namun yang paling bertanggung jawab secara langsung adalah Gajah Mada.

Ia harus menyampaikan permintaan maaf secara publik. Gajah Mada pun meminta maaf dan mengajukan permohonan cuti panjang, yang dihabiskannya di tanah miliknya di desa. Peristiwa Bubat adalah malapetaka besar bagi Sunda dan mendorong Majapahit untuk melakukan refleksi diri.

Namun, ada dampak positif setelah kejadian, karena Hayam Wuruk tergugah dan berusaha untuk tidak lagi terlalu menggantungkan diri pada Gajah Mada dalam pengambilan keputusan-keputusan yang sulit di pemerintahan. ia langsung terlibat dalam pendekatan politik pemerintahan baru yang mengesankan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini