Share

KPK Konfirmasi Eks Petinggi Garuda Indonesia soal Rapat Pengadaan Pesawat di DPR

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 337 2722540 kpk-konfirmasi-eks-petinggi-garuda-indonesia-soal-rapat-pengadaan-pesawat-di-dpr-LvRNDNvg7j.jpg Ali Fikri (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Vice President Strategic Management Office PT Garuda Indonesia, Setijo Awibowo, sebagai saksi dalam kasus korupsi terkait pengadaan pesawat Airbus di PT Garuda Indonesia periode 2010-2015.

Penyidik mengonfirmasi keterangan Setijo Awibowo soal Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan PT Garuda Indonesia (PT GI). Salah satu yang dibahas dalam RDP tersebut yakni, soal usulan pengadaan armada pesawat di PT Garuda Indonesia.

"Saksi Setijo A dikonfirmasi masih seputar kegiatan RDP antara Komisi VI DPR dengan PT GI saat itu," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (7/12/2022).

Penyidik juga telah mengantongi keterangan saksi Direktur PT Aviry Mitra Media, Beby Savitri. Beby dikonfirmasi penyidik lembaga antirasuah soal kaitan bisnis perusahaan dengan pihak-pihak yang terjerat di kasus ini.

"Saksi Beby S didalami terkait usaha bisnisnya dengan pihak terkait perkara ini," terangnya.

Baca juga: KPK Dalami Keterangan Sekwan PPU Terkait Korupsi Dana Penyertaan Modal

Sekadar informasi, KPK kembali mengusut kasus dugaan suap terkait pengadaan armada pesawat Airbus pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 2010-2015 dan telah menetapkan tersangka baru dalam proses penyidikan tersebut. Tersangka baru tersebut merupakan mantan anggota DPR.

Baca juga: KPK Periksa Wabup Pamekasan soal Pemberian Bantuan Keuangan Provinsi Jatim

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mantan Anggota DPR RI tersebut yakni, Chandra Tirta Wijaya (CTW). Chandra bersama pihak lainnya termasuk korporasi diduga menerima suap Rp100 miliar terkait pengadaan pesawat Garuda Indonesia.

"Saat ini KPK kembali membuka penyidikan baru sebagai pengembangan perkara terkait dugaan suap pengadaan armada pesawat Airbus pada PT GI (Garuda Indonesia) Tbk 2010-2015," ujar Ali.

Follow Berita Okezone di Google News

"Dugaan suap tersebut senilai sekitar Rp100 miliar yang diduga diterima anggota DPR RI 2009-2014 dan pihak lainnya termasuk pihak korporasi," imbuhnya.

Sayangnya, KPK belum dapat menjelaskan secara terang benderang terkait konstruksi kasus ini. KPK akan mengumumkan rangkaian dugaan perbuatan pidana, pihak-pihak yang berstatus tersangka, dan pasal yang disangkakan setelah adanya proses penangkapan dan penahanan.

Penetapan tersangka baru ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya. KPK sebelumnya telah lebih dulu menjerat mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar sebagai tersangka. Emirsyah telah divonis bersalah atas kasus suap pengadaan pesawat Garuda Indonesia.

Emirsyah dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Dalam putusan di tingkat kasasi, ia juga dihukum membayar denda Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan. Selain itu, Emirsyah dibebankan membayar uang pengganti sejumlah 2.117.315 dolar Singapura subsider dua tahun penjara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini