Share

Kapolri: Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Pernah Ditangkap Kasus Bom Cicendo

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 337 2722428 kapolri-pelaku-bom-bunuh-diri-di-bandung-pernah-ditangkap-kasus-bom-cicendo-UxyZMrc8wY.jpg Kapolri Listyo Sigit/ Foto: MNC Portal

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa terduga pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar terafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Namun demikian yang bisa kami jelaskan bahwa pelaku terafiliasi dengan kelompok JAD Bandung/Jabar," kata Sigit di Polsek Astana Anyar, Rabu (7/12/2022).

 BACA JUGA:Heboh Motor Pelaku Teror Bandung Gunakan Plat AD Asal Solo, Pemilik Lama Klaim Tidak Terlibat

Menurut Sigit, hingga saat ini ada 11 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Rinciannya, 10 anggota kepolisian dan satu masyarakat yang mengalami luka-luka. Bahkan, satu personel polisi meninggal dunia.

"Saat ini kita terus melakukan pendalaman. Terkait proses olah TKP sedang berlangsung tentunya dari olah TKP kita melakukan proses pencarian terhadap kelompok yang terafiliasi dengan pelaku yang ada di TKP," ujar Sigit.

 BACA JUGA:BNPT Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Lone Wolf

Terkait pelaku, Sigit mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari dan Face Recognition terduga pelaku bom bunuh diri identitasnya adalah, Agus Sujatano alias Agus Muslim.

 

"Yang bersangkutan pernah ditangkap karena peristiwa bom Cicendo dan sempat dihukum empat tahun di bulan September atau Oktober 2021 lalu yang bersangkutan bebas," ucap Sigit.

Disisi lain, Sigit juga menyatakan bahwa, terduga pelaku bom bunuh diri tersebut juga terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung, Jawa Barat.

Follow Berita Okezone di Google News

"Saat ini tim terus bekerja menuntaskan peristiwa yang terjadi," tutur Sigit.

Lebih dalam, kata Sigit, dari hasil penyelidikan sementara ditemukan ada barang bukti bertuliskan penolakan terhadap pengesahan KUHP baru yang ditemukan dari barang bukti terduga pelaku.

"Kemudian Di TKP kita temukan ada belasan kertas yang bertuliskan protes penolakan terhadap rancangan KUHP yang baru saja disahkan dimana didalamnya membahas masalah zinah dan sebagainya," tutup Sigit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini