Share

BNPT Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Lone Wolf

Erfan Maruf, MNC Portal · Rabu 07 Desember 2022 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 337 2722414 bnpt-sebut-pelaku-bom-bunuh-diri-di-polsek-astana-anyar-lone-wolf-LCWGiFB9it.JPG Ilustrasi/ Foto: Freepik

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut pelaku bergerak sendiri (lone wolf) saat melakukan aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat.

"Sementara iya, itu sementara iya lone wolf, tapi penyelidikannya adalah siapa yang membantu dia, gitu," kata Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu (7/12/2022).

 BACA JUGA:Kapolri Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Terafiliasi JAD

Lebih lanjut, Boy mengatakan bahwa pengeboman yang terjadi di Polsek Astana Anyar memiliki kecenderungan dengan kelompok terorisme Jemaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Islamiyah (JI).

"Tapi ini kan karakter-karater yang selama ini misi-misi umumnya apakah JAD, JI, dengan cara-cara modus operandi seperti ini. Jadi tentu perlu data lebih lanjut untuk kita simpulkan ke arah sana," papar Boy.

 BACA JUGA:Kecam Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Istana: Hentikan Segala Ideologi Kekerasan!

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap kelompok-kelompok terorisme di wilayah Bandung, Jawa Barat.

"JAD ada yang background-nya NII (Negara Islam Indonesia) ada, jadi mereka yang kaitan Jamaah Islamiyah ada, karena mereka bermetamorfosis, merubah bentuk, membungkus kegiatan-kegiatannya dengan kemanusiaan, bisa seperti itu," beber Boy.

Lebih lanjut Boy juga membeberkan alasan kenapa aksi teror tersebut menyasar Polisi. Dia mengatakan bahwa mereka menganggap bahwa Polisi kerap menggagalkan aksi teror.

Follow Berita Okezone di Google News

"Karena polisi nomor 1 menggagalkan misi mereka, setiap ada ini tangkap, itu lah karena dianggap selama ini yang menggagalkan misi-misi terorisme adalah aparat penegak hukum, makannya polisi daftar target mereka salah satu di antaranya," sebut Boy.

Boy juga menjelaskan bahwa pihaknya tengah mendalami terkait dengan temuan secarik kertas yang tertempel di sepeda motor yang diduga milik pelaku yang bertulisakan 'KUHP Hukum Syirik/Kafir'.

"Iya nanti fakta-fakta yang ditemukan kita dalami, kita dalami. Saya belum bisa simpulkan. Ada fakta tapi kan harus ada pendalaman untuk melihat korelasi ya," terang Boy.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini