Share

Stop! Jangan Sebar Foto dan Video Bom Bunuh Diri Bandung, Ini Alasan dan Sanksi Hukumnya!

Erfan Maaruf, MNC Portal · Rabu 07 Desember 2022 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 337 2722370 stop-jangan-sebar-foto-dan-video-bom-bunuh-diri-bandung-ini-alasan-dan-sanksi-hukumnya-DmeamZAiyZ.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kepolisian meminta masyarakat untuk tidak menyebar foto atau video bom bunuh diri yang terjadi di Mapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022) pagi tadi.

Larangan tersebut dikeluarkan karena hal untuk menyebar ketakutan. Dalam akun media sosial Instagram resmi Divisi Humas Polri mengimbau untuk berhenti menyebarkan foto dan video bom bunuh diri yang terjadi di Mapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat.

"Jangan sebar foto dan video bom bunuh diri," tulis caption akun Instagram tersebut dikutip, Rabu (7/12/2022).

Divisi Humas Polri menjelaskan, seorang teroris melakukan aksi bom bunuh diri salah satunya ialah menebarkan ketakutan. Dengan banyaknya masyarakat yang menyebar gambar atau video aksi terorisme tersebut, semakin banyak masyarakat yang takut dan menganggap bahwa aksi teror tersebut telah berhasil.

"Menebar teror, ketakutan, dan ketidakstabilan negara adalah tujuan teroris. Teror untuk dilawan bukan untuk dishare!," jelas akun tersebut.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga sudah meminta kepada masyarakat untuk tidak menyebarluaskan foto maupun video terkait dengan peristiwa bom bunuh diri tersebut ke media sosial.

"JANGAN MENYEBARKAN FOTO atau/clip video potongan tubuh/ceceran korban pelaku. Karena kengerian visual itulah yang ingin disampaikan oleh teroris untuk menakuti dan meneror psikologis masyarakat," tulis Ridwan Kamil di akun Instagramnya.

Saat kejadian, dia mengakui banyak warga yang mencoba mengabadikan peristiwa tersebut dengan ponsel genggamnya, seperti potongan tubuh pelaku pemboman serta cecerah darah dan korban luka-luka.

Padahal, hal tersebut sudah jelas dilarang dan penyebar foto dan video tersebut bisa terancam hukuman pidana baik penjara maupun denda.

Follow Berita Okezone di Google News

Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengatur hal tersebut, yang berbunyi:

"Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan".

Sementara hukuman bagi pelaku penyebar foto korban kecelakaan diatur dalam Pasal 45 ayat (1) yang berbunyi:

"Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banya Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)".

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini