Share

Madhu, Pejabat Majapahit Utusan Hayam Wuruk untuk Melamar Dyah Pitaloka

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 337 2722067 madhu-pejabat-majapahit-utusan-hayam-wuruk-untuk-melamar-dyah-pitaloka-qgDmmTj0Pg.jpg Ilustrasi Hayam Wuruk (Foto : Istimewa)

BEBERAPA utusan membawa lukisan putri cantik yang akan dijadikan istri sekaligus Ratu Majapahit. Namun, Hayam Wuruk tak bergeming, baginya tak ada yang menarik hatinya.

Guna mencarikan jodoh bagi putranya, Tribhuwana Tunggadewi sampai mengerahkan utusan-utusan Majapahit ke seluruh penjuru nusantara. Earl Drake pada "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit", mengisahkan sang ibu suri berharap ada perempuan yang cocok dari utusan-utusan yang dikirimkan itu sebagaimana dikisahkan pada Kidung Sunda.

Namun nyatanya dari sejumlah utusan yang membawa lukisan putri-putri cantik se-antero nusantara tak ada yang menarik Hayam Wuruk. Tapi, ketika lukisan putri cantik dari anak penguasa Sunda disuguhkan hal itu langsung menarik hati Hayam Wuruk.

Sang raja muda lantas mengirimkan pejabat penting bernama Madhu ke Sunda untuk melamar sang putri bernama Dyah Pitaloka Citraresmi. Raja Sunda yang mendengar hal itu langsung gembira.

Baginya sang Raja Majapahit yang merupakan kerajaan terbesar dan tersohor kala itu ingin menikahi putri cantiknya. Baginya ini merupakan kehormatan besar, kendati sang putri tidak terlalu tersanjung oleh lamaran tersebut, layaknya sang ayah.

Di Kidung Sunda diceritakan pejabat utusan Hayam Wuruk, Madhu pulang ke Majapahit membawa surat balasan dari raja Sunda. la segera disusul oleh utusan Sunda, yang berlayar dalam rombongan terdiri dari 200 kapal besar, serta dikawal oleh lebih dari 1.500 perahu kecil.

Keluarga Kerajaan Sunda datang dengan perahu junk Mongol, yang lazim digunakan setelah perang Wijaya. Sementara itu, Majapahit menggelar persiapan untuk menyambut para tamu dari Sunda. Dua hari berselang, patih pelabuhan di Bubat melaporkan bahwa rombongan Sunda sudah hampir tiba. Hayam Wuruk dan keluarga siap menyambut mereka. Namun, Gajah Mada tak setuju.

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut Gajah Mada, tak seharusnya raja agung Majapahit menyambut seorang raja bawahan seperti Raja Sunda, dengan cara demikian. Tak ada yang bisa menduga apakah ia datang sebagai musuh dalam penyamaran. Meskipun para pejabat penting istana dan abdi raja terkejut mendengar hal itu, tidak satupun bisa menentang sang Mahapatih Gajah Mada.

Kabar itu ditanggapi secara masam oleh Raja Sunda, yang mengutus langsung pejabat kepercayaannya bernama Anèpakên, dengan diiringi tiga pejabat dan 300 pengawal, untuk mendatangi kediaman Gajah Mada dengan membawa pesan sederhana. Sebab raja Majapahit tidak memenuhi janjinya, raja Sunda pun siap berlayar pulang.

Sebuah pembahasan alot pun berlangsung. Gajah Mada bersikukuh bahwa orang Sunda harus bersikap sebagai bawahan, sebagaimana dilakukan bawahan-bawahan lainnya di seantero nusantara. Kedua belah pihak saling menghina dan kemungkinan pertarungan sebagaimana pada Kidung Sunda tak dapat dihindarkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini