Share

Pemerintah Percepat Program Kampung Zakat di Daerah Tertinggal

Krina S, MNC Portal · Selasa 06 Desember 2022 23:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 337 2721993 pemerintah-percepat-program-kampung-zakat-di-daerah-tertinggal-0riWlFh0Fi.jpg Foto: Antara

JAKARTA- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, mempercepat pelaksanaan Program Kampung Zakat bagi masyarakat atau daerah tertinggal di pelosok Nusantara. Hal ini sebagai salah satu upaya efektif pengentasan kemiskinan sekaligus peningkatan ekonomi umat.

(Baca juga: Barakallah! 2 Daerah di Indonesia Ini Ditetapkan sebagai Pulau Sadar Zakat)

Seperti di Desa Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti yang hanya dapat diakses dengan kapal selama 4 jam setengah dari Batam maupun Pekanbaru, Riau, menjadi sasaran Program Kampung Zakat, setelah permohonan kepala daerah, Kakanwil Kemenag dan kriteria warga maupun daerah tersebut, memenuhi sarat sebagai desa wakaf.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Tarmizi Tohor, mengatakan Program Kampung Zakat merupakan upaya negara dalam meningkatkan perekonomian umat melalui optimalisasi dana zakat.

ist

Dikatakannya, dana zakat harus mampu dioptimalkan sebagai instrumen pembangunan berbasis wilayah, khususnya di daerah 3T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal.

"Kalau zakat hanya digunakan untuk memberi sembako saja, angka kemiskinan tidak akan berkurang di Indonesia,” kata Tarmizi Tohor, Selasa, (6/12/2022).

“Untuk itu harus ada upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi dana zakat, salah satunya Program Kampung Zakat,"sambungnya.

Menurutnya, pengembangan Program Kampung Zakat harus disesuaikan dengan potensi sumber daya alam yang ada.

Ia mencontohkan di Desa Sungai Cina Kepulauan Meranti mempunyai perkebunan sagu, karet, dan kelapa yang berpotensi meningkatkan perekonomian warga setempat, namun memang harus dibantu agar mampu bersaing di pasar nasional.

Saat ini kata dia, kondisi kemiskinan menjadi tantangan negara yang salah satunya dapat diatasi dengan menyempurnakan tata kelola zakat yang seyogianya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan umat melalui program-program kreatif dan inovatif.

“Program Kampung Zakat sebenarnya telah dijalankan sejak tahun 2018-2022, melibatkan 27 Baznas & 25 LAZ, dan hari ini di Kepulaun Meranti, genap 19 titik,” jelas Tarmizi Tohor.

"Program ini diharapkan dapat menarik para muzaki potensial untuk membayar zakat, karena mereka tentu tidak sungkan membantu setelah telah melihat hasil nyata meningkatnya perekonomian umat dan daerah melalui kampung zakat,” tutupTarmizi.

Follow Berita Okezone di Google News

Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat-Wakaf, Andi Yasri, menambahkan, Program Kampung Zakat telah terbukti mengakselerasi taraf hidup dan ekonomi umat.

“Alhamdulillah, taraf hidup serta ekonomi masyarakat dan daerah di 18 wilayah yang kita dirikan Kampung Zakat semakin meningkat, diamana program ini terbukti mampu memperbaiki, menumbuhkan serta memperkuat ekonomi umat,” kata Andi Yasri.

Melihat fakta inilah, lanjut Andi Yasri, pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Kampung Zakat di 514 kabupaten kota, sebagai langkah yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

“Satu hal yang harus diketahui, manfaat kampung zakat dapat dirasakan oleh seluruh umat beragama, bukan hanya umat islam. Banyak umat beragama lainnya membuka usaha atau jasa bernilai ekonomis disekitar kampung zakat, dan sukses usahanya,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini