Share

Eks Karo Provost Propam: Kalau Kami Tahu dari Awal Rekayasa, Saya yang Akan Tangkap Pak Sambo!

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Selasa 06 Desember 2022 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 337 2721783 eks-karo-provost-propam-kalau-kami-tahu-dari-awal-rekayasa-saya-yang-akan-tangkap-pak-sambo-uzkZlpFMXq.jpg Sidang pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel (foto: dok MPI)

JAKARTA - Eks Karo Provost Propam Polri, Brigjen Benny Ali menyatakan bakal menangkap Ferdy Sambo bila dirinya mengetahui pembunuhan Brigadir J direkayasa sejak awal.

Hal itu ia ungkapkan saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J, untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Kami ini kan pada saat di TKP itu satu jam setelah kejadian. Jadi kejadian jam 5 (sore) kami datang jam 6. Kami enggak tahu itu rekayasa," tutur Benny saat persidangan, Selasa (6/12/2022).

 BACA JUGA:Ferdy Sambo: Selama Matahari Tidak Terbit dari Utara dan Air Laut Masih Asin, Senior Tetap Senior!

Atas dasar itu, Benny menyatakan, akan menangkap Sambo bila dirinya mengetahui lebih awal rekayasa pembunuhan tersebut. Dengan begitu, ia merasa tak akan banyak polisi yang menjadi korban dan turut terlibat dalam rekayasa tersebut.

"Mungkin kalau kami tahu itu direkayasa, seandainya kita tahu seandainya mohon maaf Pak Sambo, saya yang nangkap, harus bertanggung jawab. Kasian banyak korban," terang Benny.

Sebagai informasi, Ferdy Sambo didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf.

 BACA JUGA:Lebih Senior, Eks Kabag Gakkum Provost Dongkol Digas Ferdy Sambo

Follow Berita Okezone di Google News

Tak hanya itu, Sambo juga didakwa merintangi penyidikan perkara pembunuhan Brigadir J. Dalam perkara ini, Sambo didakwa melakukan perbuatan bersama Hendra Kurniawan, Agus Nur Patria, Irfan awidyanto, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan Arif Racman Arifin.

Atas perbuatannya, Sambo dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Selain itu juga dijerat Pasal 49 jo Pasal 33 Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Tak hanya itu, JPU juga menjerat Sambo dengan Pasal 48 jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini