Share

Ferdy Sambo: Selama Matahari Tidak Terbit dari Utara dan Air Laut Masih Asin, Senior Tetap Senior!

Tim Okezone, Okezone · Selasa 06 Desember 2022 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 337 2721770 ferdy-sambo-selama-matahari-tidak-terbit-dari-utara-dan-air-laut-masih-asin-senior-tetap-senior-RKwAykhJRd.jpg Ferdy Sambo/dok Antara

JAKARTA – Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dalam beberapa kesempatan selalu meminta bawahannya untuk menghormati senior. Namun, pada saat peristiwa pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo memarahi seniornya.

(Baca juga: Amarah Serta Kecewanya Geng Sambo dan Tangisan Sang Jenderal di Persidangan)

Salah satunya mantan Kabag Gakkum Provost Divpropam Polri Kombes Pol Susanto Haris. Bahkan dia merasa dongkol saat diberi perintah dengan nada tinggi oleh juniornya, Ferdy Sambo. Intruksi yang diberikan yakni mengurus jenazah Brigadir J.

"Kemarin ngomongnya nge-gas, dalam hati saya, 'Yah kalau jenderal sudah bisa ngegas-ngegas senior ini, lah yang saya alami'. Akhirnya (jenazah) saya antar juga, saya serahkan ke Agus Nurpatria setelah kami mengantar jenazah ke kargo bandara," kata Susanto di PN Jaksel, Selasa, (6/12/2022).

Susanto sendiri diperintahkan untuk mengurus jenazah Brigadir J mulai dari di RS Polri hingga membawa jasad ke keluarga Yosua di Jambi.

Terlepas dari itu, Susanto mengaku dongkol diperintah oleh Ferdy Sambo. Pasalnya, Sambo menyuruhnya dengan nada tinggi. "Walaupun saya Kombes, saya senior pak FS (Ferdy Sambo)," ucap Susanto.

"Ya kesal kalau merintahkan biasanya halus, bang tolong bang bantu, waktu ngantar barang bukti jenazah itu 'pak Kabag, segera itu, pak Kabag' saya agak melawan sedikit," kata Susanto.

Follow Berita Okezone di Google News

Baginya, sikap Ferdy Sambo tersebut berbanding terbaik dengan pernyataannya terkait senioritas."Beberapa kesempatan Pak FS selalu bilang 'selama matahari tidak terbit dari Utara, dan air laut masih Asin, senior tetap senior'," ujar Susanto.

Selain itu, Susanto juga kesal karena ikut terdampak dari kasus pembunuhan Brigadir J. Ia disanksi demosi selama tiga tahun dan ditempatkan khusus (patsus) selama 29 hari.

Bahkan, ia mengaku kerap paranoid ketika menonton televisi dan bermain media sosial usai kasus tewasnya Brigadir J terungkap. Baginya, perkara itu membuat kariernya di Polri hancur.

"Kami paranoid nonton TV, media sosial, jenderal kok tega menghancurkan karier. Tiga puluh tahun saya mengabdi, hancur di titik nadi, rendah pengabdian saya, belum yang lain-lain," tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini